AI Hasilkan Ribuan Fanfic DDLC Aneh: Ada Apa?

Bagoes anwar

AI Hasilkan Ribuan Fanfic DDLC Aneh: Ada Apa?

eSportivo Fortnite – Siap-siap kaget, para gamer dan penggemar cerita! Sebuah studi terbaru mengungkap fakta yang bikin dahi berkerut: ChatGPT, sang jagoan AI, ternyata tanpa henti menciptakan ribuan fanfiksi persalinan dari game horor psikologis Doki Doki Literature Club (DDLC). Bayangkan, satu pengguna anonim berhasil memicu AI ini untuk ‘spawn’ adegan yang sama berulang kali, hingga para peneliti pun tak bisa tidak ‘nge-spot’ anomali ini. Apakah ini bug dalam ‘meta’ AI, atau ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar ‘glitch’ cerita?

Sebenarnya, misi utama studi ini bukanlah untuk menyelami misteri DDLC. Para peneliti dari University of Washington dan Colorado Boulder punya ‘quest’ yang lebih besar: memetakan bagaimana manusia menggunakan ChatGPT untuk kebutuhan fiksi, mulai dari cerita orisinal, fanfiksi, hingga konten dewasa. Mereka ‘menjelajahi’ lebih dari setengah juta percakapan publik untuk mencari pola genre, pengulangan, dan obsesi. Namun, di tengah lautan data yang masif itu, satu ‘thread’ percakapan DDLC ini tiba-tiba ‘naik level’ dan menjadi sorotan utama, mengalahkan semua yang lain. Ada apa dengan DDLC sampai bisa jadi MVP di ranah AI fiksi?

AI Hasilkan Ribuan Fanfic DDLC Aneh: Ada Apa?
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Cerita yang dihasilkan ChatGPT ini selalu berputar pada skenario yang sama: Natsuki, salah satu karakter gadis sekolah dari DDLC, tiba-tiba mengalami kontraksi di ruang klub literatur. Teman-temannya panik, dan ChatGPT kemudian mengisi detail cerita dengan sedikit variasi di setiap akhir. Menariknya, setiap ‘prompt’ atau perintah dari pengguna selalu terpotong di tengah jeritan, membiarkan AI yang menyelesaikan momen dramatis itu sendiri. Ini seperti AI yang diberi misi untuk menyelesaikan ‘boss battle’ persalinan berulang kali!

Dalam salah satu versi yang dikutip langsung oleh para peneliti, seorang paramedis mengucapkan kalimat ikonik, "Selamat, Natsuki. Ini bayi perempuan yang cantik." Dan yang lebih mencengangkan, pengguna yang sama ini menjalankan ‘setup’ persis ini ribuan kali selama beberapa bulan. Apakah ada ‘easter egg’ tersembunyi yang dicari pengguna ini, atau hanya sekadar pengulangan tanpa batas?

Obsesi unik ini terungkap hampir secara tidak sengaja. Studi yang lebih luas ini ‘menambang’ data dari WildChat, sebuah dataset publik yang berisi lebih dari 500.000 percakapan ChatGPT berbahasa Inggris dari tahun 2023 dan 2024. Dari gunung data itu, sekitar sepertiga di antaranya ternyata melibatkan fiksi.

Ternyata, sebagian kecil ‘power user’ lah yang mendominasi arena ini. Hanya sekitar dua persen pengguna teratas yang bertanggung jawab atas lebih dari 80% percakapan fiksi yang tercatat. Para peneliti bahkan menciptakan istilah khusus untuk mereka: "infinite story demanders" – para penuntut cerita tanpa batas. Dan yang lebih ‘epic’, Doki Doki Literature Club berhasil ‘merajai’ daftar franchise yang paling sering disebut dalam studi ini, mengalahkan raksasa seperti League of Legends dan Naruto! Siapa sangka game visual novel bisa jadi ‘meta’ baru di dunia AI fiksi?

Sekitar separuh dari ‘prompt’ fiksi di WildChat masuk kategori fanfiksi, dan lebih dari seperempatnya bersifat eksplisit secara seksual. Namun, ‘thread’ DDLC yang satu ini justru tetap ‘wholesome’ secara mengejutkan. Pola penggunaan AI seperti ini memunculkan pertanyaan serius: Apakah fiksi yang dihasilkan AI ini secara diam-diam bisa menggantikan peran pembaca dan penulis manusia di masa depan? Apakah kita sedang menyaksikan ‘endgame’ kreativitas manusia, atau justru ‘level up’ baru dalam bercerita?

Ini adalah catatan kaki yang aneh namun pas untuk sebuah game yang sudah memiliki tahun 2026 yang tak kalah ganjil. Doki Doki Literature Club sendiri sempat ditarik dari Google Play awal tahun ini, seperti yang dilaporkan oleh esportivonews.com. Di sisi lain, sebuah novel yang ditulis AI bahkan sempat memenangkan kontes sastra, sebelum akhirnya penghargaan tersebut dicabut. Fenomena ini seolah menjadi pengingat bahwa di dunia AI dan kreativitas, ‘patch update’ dan ‘nerf’ bisa datang kapan saja.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar