eSportivo Apex Legends – Gelaran akbar Apex Legends Global Series (ALGS) 2026 Championship di Sapporo, Jepang, seharusnya menjadi puncak perayaan kompetisi. Namun, sorotan tajam justru datang dari salah satu ikon terbesar skena profesional, Phillip "ImperialHal" Dosen. Pemain Team Falcons ini melontarkan kritik pedas terkait absennya server Jepang khusus untuk persiapan turnamen, sebuah kelalaian yang dianggapnya fatal bagi tim-tim yang telah berinvestasi besar.
Melalui platform X pada 5 Januari, "The CEO" Apex Legends ini tak menahan diri. Ia menyoroti ironi bahwa lebih dari seperempat dari 40 tim peserta rela merogoh kocek ribuan dolar untuk bootcamp di Jepang, hanya untuk menemukan bahwa ALGS tidak menyediakan server khusus Jepang pada klien dedicated mereka. "Kami pada dasarnya bermain di versi game yang usang, yang tidak sama dengan kondisi LAN saat turnamen, padahal LAN tinggal seminggu lagi," keluhnya, menggambarkan betapa timpangnya persiapan yang mereka jalani.

Sentimen serupa juga digaungkan oleh analis Fnatic, takuronesp, yang secara terbuka mempertanyakan esensi bootcamp jika infrastruktur server yang relevan tidak tersedia. Kritik ini menggarisbawahi keganjilan situasi: tim-tim berupaya keras mensimulasikan kondisi turnamen, namun dihadapkan pada keterbatasan teknis fundamental dari penyelenggara itu sendiri.
ALGS 2026 Championship sendiri dijadwalkan bergulir mulai 15 Januari, mempertemukan 40 tim esports Apex Legends terbaik dunia untuk memperebutkan total hadiah fantastis sebesar $2.000.000 USD. Dengan besarnya taruhan dan prestise yang dipertaruhkan, isu server ini tentu menjadi duri dalam daging bagi para kontestan.
Sebagai sosok yang kerap dijuluki "The CEO" di kancah Apex Legends, setiap pernyataan ImperialHal memiliki bobot signifikan dan berpotensi memicu diskusi luas. Rekam jejaknya tak main-main, termasuk kemenangan di ALGS 2023 Championship, ALGS 2025 Open, serta berbagai turnamen bergengsi lainnya seperti ALGS 2023 Split 1 Playoffs dan Apex Legends Preseason Invitational. Pengalaman dan prestasinya menjadikan kritiknya bukan sekadar keluhan biasa, melainkan alarm serius bagi integritas kompetisi.
Pertanyaannya kini, apakah keluhan dari kaliber ImperialHal ini akan memicu respons cepat dari penyelenggara, ataukah para tim harus pasrah dengan kondisi persiapan yang kurang ideal? Insiden ini bukan hanya tentang server, melainkan juga tentang komitmen terhadap fair play dan pengalaman kompetitif terbaik. Bagaimana dinamika ini akan memengaruhi performa tim-tim di panggung utama Sapporo? Hanya waktu yang akan menjawab. Tetap ikuti perkembangan terbaru dan analisis mendalam seputar dunia Apex Legends hanya di esportivonews.com.






