Esportivonews.com – Sebuah dilema moral dan hukum tengah menyelimuti seorang ekolog asal Skotlandia, Graeme Wilson, yang kini tengah berjuang keras demi masa depan seekor luwak (badger) bernama Harriet. Alih-alih mendapatkan apresiasi atas upayanya menyelamatkan nyawa satwa tersebut, Wilson justru harus berhadapan dengan otoritas pemerintah yang menuntut agar Harriet dilepaskan ke alam liar atau dikirim ke kebun binatang.
Kisah ini bermula pada April lalu, ketika Wilson, seorang pria berusia 55 tahun yang mengelola layanan rehabilitasi satwa liar GW Ecology, menemukan Harriet dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Luwak muda tersebut ditemukan di dalam bak air ternak, hanya berjarak sekitar 90 meter dari sarangnya. Saat ditemukan, Harriet dalam kondisi sangat kurus, kotor, dan hampir mati karena kelaparan.

Setelah menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan Wilson, Harriet perlahan pulih. Namun, sebuah keanehan mulai muncul selama proses rehabilitasi. Wilson menyadari bahwa Harriet memiliki perilaku yang tidak lazim bagi satwa liar. Meskipun usianya masih sangat muda, Harriet menunjukkan kenyamanan yang luar biasa saat menyusu menggunakan botol susu, sebuah perilaku yang biasanya hanya dimiliki oleh hewan yang telah lama dibesarkan oleh manusia.
"Ini hampir menjadi insting alaminya saat melihat botol," ungkap Wilson kepada media lokal. Ia menambahkan bahwa selama bertahun-tahun merawat satwa terluka, ia belum pernah menemui kasus serupa. Dari situ, Wilson menyimpulkan bahwa Harriet tidak akan bisa bertahan hidup jika dilepaskan kembali ke habitat aslinya.
Upaya Wilson untuk mengembalikan Harriet ke alam liar pun gagal total. Ia telah mencoba melepaskannya di dua lokasi sarang luwak yang berbeda, namun Harriet justru menunjukkan tanda-tanda stres yang hebat dan seolah-olah bersikeras untuk kembali ke pelukan Wilson.
Konflik memuncak ketika NatureScot, lembaga konservasi alam di Skotlandia, menolak permohonan lisensi edukasi yang diajukan Wilson. Lisensi tersebut sangat krusial agar Wilson memiliki payung hukum untuk terus merawat Harriet. Pihak otoritas bersikeras bahwa Harriet harus dilepas ke alam liar atau dipindahkan ke kebun binatang resmi.
Wilson menolak keras opsi tersebut. Menurutnya, memaksakan Harriet kembali ke alam liar adalah hukuman mati, mengingat hewan ini telah menganggap manusia sebagai kelompok sosialnya. Ia juga khawatir jika Harriet dikirim ke kebun binatang, hewan tersebut hanya akan merasa kesepian dan tertekan karena hanya bisa dipandang dari balik kaca tanpa interaksi sosial yang ia butuhkan.
"Bayangkan jika Harriet mendekati orang saat mereka sedang berjalan-jalan dengan anjing di jalanan. Kita tahu bagaimana akhirnya," ujar Wilson dengan nada khawatir.
Meskipun NatureScot menyatakan bahwa keputusan mereka didasarkan pada persyaratan hukum yang ketat mengenai perlindungan satwa liar, mereka membuka celah diskusi untuk mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan Harriet. Sementara itu, Wilson kini tengah menggalang dana melalui platform GoFundMe untuk memastikan biaya perawatan Harriet tetap terjamin dan membangun habitat khusus jika ia berhasil memenangkan hak asuh satwa tersebut.
Kasus ini memicu simpati luas dari publik, mengingatkan banyak orang pada kasus serupa yang melibatkan satwa liar yang telah terlanjur terbiasa dengan kehadiran manusia. Bagi Wilson, perjuangan ini bukan sekadar soal hukum, melainkan soal memberikan hak hidup yang layak bagi makhluk yang telah ia selamatkan dari kematian.







