Esportivonews.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat seorang petugas utilitas di Venezuela mendadak viral dan memicu perdebatan luas di jagat maya. Pria tersebut melakukan tindakan yang sangat tidak lazim dan berbahaya demi memadamkan api yang melalap sebuah transformator listrik. Alih-alih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang standar, ia justru menggunakan botol minuman soda berukuran dua liter untuk menjinakkan api.
Peristiwa menegangkan ini terjadi pada awal November di Valle de la Pascua, Venezuela. Petugas yang merupakan karyawan perusahaan listrik milik negara, Corpoelec, tersebut mendapati dirinya berada dalam situasi darurat saat sebuah transformator listrik terbakar hebat. Dalam rekaman yang beredar, terlihat pria tersebut berada di atas bak truk pemeliharaan yang telah terangkat tinggi.

Tanpa menggunakan peralatan keselamatan yang memadai, ia justru mengambil botol soda merek lokal, Glup, dan mulai mengocok botol-botol tersebut sebelum melemparkannya ke arah peralatan yang sedang terbakar. Ketegangan semakin memuncak saat ia melemparkan botol tersebut tepat ke arah transformator yang menyala, lalu segera merunduk untuk menghindari semburan api yang melonjak ke arah posisinya.
Setelah melakukan proses tersebut sebanyak tiga kali, api yang semula berkobar hebat perlahan-lahan mulai mereda. Secara ilmiah, tindakan ini kemungkinan berhasil karena minuman berkarbonasi mengandung karbon dioksida (CO2). Gas ini mampu membantu menekan api dengan cara menggeser oksigen di sekitar sumber api, sementara cairan di dalam botol membantu mendinginkan suhu peralatan yang terbakar.
Namun, meski aksi ini terlihat "cerdik" di mata sebagian netizen, para ahli memberikan peringatan keras. Video tersebut memicu reaksi keras karena tindakan tersebut dianggap sangat berisiko tinggi dan bisa saja berakhir dengan kematian. Seorang insinyur listrik asal Venezuela, Jesús Olivares, memberikan penjelasan teknis mengenai bahaya dari tindakan tersebut.
Olivares menek려kan bahwa karbon dioksida dalam minuman bersoda bukanlah pengganti yang aman untuk alat pemadam api khusus. Ia memperingatkan bahwa cairan dalam botol tersebut dapat menghantarkan arus listrik, yang berpotensi menyebabkan sengatan listrik fatal (elektrokusi) bagi si pekerja. Selain itu, ledakan api yang muncul saat botol dilemparkan juga sangat berisiko menyebabkan luka bakar serius.
Selain risiko teknis, para ahli juga menyoroti kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan saat bekerja di lapangan. Hingor ini menunjukkan adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran transformator tersebut belum diketahui secara pasti, dan belum ada laporan resmi mengenai adanya korban luka akibat insiden yang sangat berbahaya ini.







