Esportivonews.com – Dunia Fortnite tengah diguncang oleh fenomena unik sekaligus kontroversial. Sebuah perburuan item langka yang dikenal sebagai Pirate Shop Access telah memicu kegilaan di kalangan pemain. Bukan sekadar kompetisi biasa, pencarian koin bajak laut ini telah berkembang menjadi pasar gelap yang melibatkan penggunaan alat otomatis, jasa bantuan berbayar, hingga munculnya iklan akun bernilai fantastis di situs lelang.
Semua ini bermula dari mini-musim Treasure Hunters yang diperkenalkan oleh Epic Games. Dalam pembaruan tersebut, pemain yang beruntung bisa mendapatkan akses ke Pirate Shop, sebuah fitur yang memungkinkan mereka mengklaim kosmetik Item Shop secara gratis dalam dua jendela waktu selama 14 hari. Meskipun item yang didapat bersifat permanen di akun pemain, hadiah ini tidak bisa dipindahtangankan melalui sistem gifting atau Battle Pass.

Masalahnya terletak pada tingkat kesulitan yang sangat ekstrem. Meski Epic Games tidak pernah merilis angka resmi mengenai peluang mendapatkannya, komunitas memperkirakan peluang menemukan Pirate Shop Access hanya sekitar 1 berbanding 700.000 peti harta karun. Angka yang nyaris mustahil ini membuat item tersebut menjadi salah satu barang paling dicari dalam sejarah permainan.
Kondisi ini memicu lahirnya berbagai metode curang atau eksploitasi. Di media sosial, banyak pemain mulai membagikan strategi untuk mengakali sistem pencarian peti. Salah satu metode yang viral adalah menggunakan Shockwave Grenades atau bola meriam untuk menghancurkan peti di dalam ruang penyimpanan (vault) yang terkunci tanpa perlu kunci resmi. Strategi ini telah ditonton jutaan kali dan dianggap sebagai cara "curang" untuk mempercepat proses perburuan.
Fenomena ini pun melahirkan ekonomi bayangan. Muncul oknum pemain yang menawarkan jasa "carry" atau membantu pemain lain mendapatkan akses tersebut dengan imbalan uang tunai. Tak hanya itu, beberapa pihak mulai memasarkan perangkat lunak atau alat otomatisasi (farming tools) yang diklaim dapat menjalankan pertandingan secara otomatis saat pemain sedang tidur atau sekolah, dengan tujuan mencari koin tersebut secara terus-menerus.
Puncak dari kegilaan ini terlihat di platform eBay, di mana sebuah akun Fortnite yang diklaim memiliki Pirate Shop Access ditawarkan dengan harga mencapai 10.000 dolar AS atau sekitar 157 juta rupiah. Penjual mengklaim akun tersebut adalah akun "OG" yang berisi ratusan skin langka seperti Black Knight dan Omega.
Namun, perlu diingat bahwa tindakan ini sangat berisiko. Epic Games secara tegas melarang jual beli akun serta penggunaan eksploitasi atau bug dalam aturan komunitas mereka. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi berat, mulai dari peringatan hingga pemblokiran akun secara permanen. Hingga saat ini, para pemain masih menunggu apakah Epic Games akan segera melakukan patch untuk menutup celah eksploitasi yang tengah marak tersebut.







