Prank Jaket Pelampung Berujung Larangan Terbang

Bagoes anwar

Prank Jaket Pelampung Berujung Larangan Terbang

Esportivonews.com – Sebuah aksi konyol demi konten media sosial baru saja berbuah petaka bagi seorang pembuat konten asal Australia. Hugh Lovett, salah satu anggota grup media sosial populer "The Lovetts", kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah dilarang terbang oleh dua maskapai penerbangan besar di negaranya. Insiden ini bermula dari sebuah aksi jahil yang ia lakukan saat sedang berada di dalam pesawat.

Kejadian tersebut berlangsung pada penerbangan Jetstar rute Sydney menuju Adelaide pada pertengahan Oktober lalu. Saat kru kabin sedang memberikan instruksi keselamatan melalui rekaman video, Lovett justru melakukan tindakan yang sangat berbahaya. Alih-alih mendengarkan instruksi, ia justru menarik tali peniup jaket pelampung darurat yang ada di bawah kursinya.

Prank Jaket Pelampung Berujung Larangan Terbang
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Dalam video yang beredar luas di Instagram, terlihat jaket pelampung tersebut mengembang dengan sangat cepat dan memenuhi ruang di sekitar tubuh Lovett. Aksi ini dilakukan tepat saat instruksi keselamatan sedang menekankan bahwa jaket pelampung hanya boleh dikembangkan setelah penumpang keluar dari pesawat. Saudara laki-lakinya, Blake, tampak sangat terkejut dan menutupi wajahnya karena tidak percaya dengan tindakan nekat tersebut.

Meskipun Lovett sempat diizinkan melanjutkan penerbangan setelah dipindahkan ke kursi lain dengan jaket pelampung yang berbeda, masalah tidak berhenti di situ. Begitu pesawat mendarat di Adelaide, ia langsung dijemput oleh petugas Kepolisian Federal Australia. Tak lama kemudian, Lovett menerima kabar buruk melalui email yang menyatakan bahwa dirinya telah dilarang menggunakan layanan Jetstar serta Qantas, perusahaan induk dari maskapai tersebut.

Menanggapi insiden ini, pihak Jetstar menegaskan bahwa tindakan mengutak-atik peralatan keselamatan bukanlah hal yang bisa dijadikan bahan bercanda. Mereka menyatakan memiliki kebijakan toleransi nol terhadap perilaku apa pun yang dapat membahayakan keselamatan penumpang maupun kru pesawat. Secara hukum, setiap penumpang wajib mematuhi instruksi keselamatan dan dilarang keras merusak atau menggunakan peralatan darurat tanpa instruksi resmi.

Secara teknis, jaket pelampung dirancang untuk dikembangkan setelah penumpang keluar dari kabin. Jika dikembangkan di dalam pesawat, jaket tersebut dapat menghambat pergerakan penumpang lain dan mengganggu proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat yang sesungguhnya.

Dalam sebuah wawancara, Lovett mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa ia hanya ingin bersenang-senang. Ia bahkan melontarkan candaan bahwa dirinya memang tidak pandai mendengarkan instruksi. Namun, bagi maskapai, tindakan tersebut adalah pelanggaran serius terhadap protokol keamanan penerbangan internasional.

Kasus ini menambah daftar panjang para pembuat konten yang harus menanggung akibat fatal dari aksi demi konten. Sebelumnya, beberapa kreator juga pernah mengalami pelarangan terbang akibat perilaku tidak sopan atau mengganggu kenyamanan penumpang lain di dalam kabin. Kini, Lovett harus belajar bahwa popularitas di dunia maya tidak sebanding dengan risiko kehilangan hak untuk bepergian dengan pesawat terbang.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar