Anjing Super Siap Mengabdi di Medan Perang

Bagoes anwar

Anjing Super Siap Mengabdi di Medan Perang

Esportivonews.com – Dunia teknologi dan militer tengah diguncang oleh sebuah inovasi yang memicu perdebatan etika yang sangat sengit. Sebuah perusahaan teknologi ambisius baru saja mengumumkan proyek pengembangan anjing hasil rekayasa genetika yang dirancang khusus untuk kebutuhan medan perang. Proyek ini bukan sekadar fiksi ilmiah, melainkan sebuah realitas yang sedang dikerjakan dengan dukungan dana yang sangat besar.

Perusahaan bernama Warhound ini dilaporkan telah berhasil mengantongi pendanaan sebesar 200 juta dolar AS. Suntikan dana yang masif ini menempatkan nilai valuasi perusahaan tersebut di angka lebih dari 1,2 miliar dolar AS. Ide ambisius ini merupakan kolaborasi antara Ben Lamm dari Colossal Biosciences dan Palmer Luckey dari Anduril. Target utama dari pengembangan ini adalah untuk menciptakan unit anjing yang lebih tangguh guna melayani militer Amerika Serikat, aparat penegak hukum, hingga tim penyelamat dalam situasi darurat.

Anjing Super Siap Mengabdi di Medan Perang
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Berdasarkan laporan yang dihimpun, Warhound saat ini tengah berada dalam tahap krusial, yakni proses penyuntingan gen pada kelompok anjing pertama mereka. Mereka bahkan telah mengumpulkan sampel darah dari anjing-anjing militer terbaik yang memiliki performa luar biasa di lapangan. Ben Lamm menyatakan bahwa target mereka adalah melihat kelahiran gelombang pertama anak anjing hasil rekayasa ini pada awal tahun 2027 mendatang.

Misi utama dari proyek ini, menurut Lamm, adalah untuk meningkatkan keamanan dan performa anjing, sekaligus memperkuat ikatan antara anjing dengan pawang atau operator manusianya. Dengan teknologi ini, diharapkan kerja sama tim antara manusia dan hewan peliharaan militer tersebut menjadi jauh lebih efektif dan efisien dalam menjalankan misi berbahaya.

Namun, langkah revolusioner ini tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Di jagat maya, proyek Warhound menuai kecaman keras dari netizen. Banyak pihak yang merasa ngeri dengan ide memanipulasi genetika hewan demi kepentingan perang. Beberapa pengguna media sosial melontarkan kritik tajam, menyebutkan bahwa proyek ini hanya akan meningkatkan angka kematian atau "kegunaan sekali pakai" anjing di medan tempur.

"Ini mengerikan. Hal ini hanya akan meningkatkan angka kematian anjing di medan perang. Mengapa tidak menggunakan robot anjing saja?" tulis salah satu netizen yang merasa keberatan. Kritik lain juga datang dari sisi etika, di mana banyak yang mempertanyakan mengapa manusia harus mencampuri urusan alam dengan memodifikasi makhluk hidup demi kepentingan militer.

Perlu diketahui bahwa Colossal Biosciences sendiri memang dikenal sebagai pionir dalam proyek de-ekstingsi atau menghidupkan kembali spesies yang telah punah. Mereka telah mengerjakan proyek ambisius untuk menghidupkan kembali Mammoth berbulu, serigala dire, hingga antelop biru yang sudah tidak terlihat selama lebih dari 200 tahun.

Kini, dunia tengah menunggu dengan penuh tanya: apakah anjing-anjing hasil rekayasa genetika ini benar-benar akan diadopsi oleh angkatan bersenjata, ataukah kontroversi etika yang melanda akan menghentikan langkah mereka sebelum tahun 2027 tiba.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar