Esportivonews.com – Dunia gaming kembali diguncang oleh inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menjanjikan pengalaman bermain tanpa batas. Sebuah aplikasi peluncur game baru bernama Melty hadir dengan janji manis: memungkinkan pemain menikmati hasil eksperimen "mashup" atau penggabungan dua game berbeda hanya dengan satu klik saja. Bayangkan bermain Minecraft di dalam dunia Skyrim, atau merasakan sensasi Mario di tengah kerasnya dunia Elden Ring. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, tersimpan risiko keamanan yang patut diwaspadai oleh para pengguna PC.
Melty hadir sebagai platform Windows gratis yang mengumpulkan berbagai proyek lintas genre buatan komunitas ke dalam satu wadah. Melalui teknologi AI, para kreator dapat menggunakan agen pengkodean seperti Claude Code atau Codex untuk membangun proyek ambisius mereka. Inovasi ini menyusul tren modifikasi ekstrem yang sempat viral, seperti mod Minecraft di dalam Elden Ring hingga menjalankan Minecraft di dalam port tidak resmi GTA 5 pada iPhone.

Namun, kemudahan "sekali klik" ini menuntut kompensasi berupa akses penuh terhadap sistem komputer Anda. Berdasarkan ketentuan layanan yang berlaku, Melty diberikan wewenang untuk mencari game, mengunduh perangkat lunak tambahan, memodifikasi folder sistem, menyalin file game, hingga menjalankan program secara otomatis di PC pengguna. Meskipun pihak Melty mengklaim bahwa file yang diganti akan selalu dicadangkan, kendali penuh atas file sistem tetap menjadi perhatian serius.
Kekhawatiran pengguna semakin memuncak setelah munculnya laporan dari komunitas keamanan. Seorang peneliti bernama Wubbity mengungkapkan temuan mengejutkan setelah membedah installer Melty versi 1.0.33. Ia menemukan adanya komponen dari LookLoot, sebuah aplikasi yang dirancang untuk merekam rekaman gameplay beserta input (tekanan tombol) pemain untuk digunakan sebagai data pelatihan AI. Yang lebih mengkhawatirkan, sistem perekaman ini diduga tertanam di dalam Melty, namun tidak disebutkan secara eksplisit dalam kebijakan privasi mereka.
Menanggapi isu ini, kebijakan privasi Melty yang diperbarui pada 12 Oktober menyatakan bahwa mereka hanya merekam aktivitas di jendela peluncur (launcher) dan mengecualikan aktivitas di dalam game itu sendiri. Mereka juga menjamin bahwa informasi yang diketik akan disembunyikan. Meski demikian, belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan apakah klaim tersebut benar atau apakah komponen perekaman tersebut aktif di latar belakang.
Selain masalah privasi, pengguna juga harus berhadapan dengan klausul lepas tanggung jawab yang cukup ketat. Melty tidak bertanggung jawab atas kehilangan data, kerusakan file simpanan (save data), hingga risiko pemblokiran akun (banned) oleh pengembang game asli. Bagi para kreator yang ingin membagikan karya mereka di platform ini, mereka juga harus menyerahkan lisensi distribusi eksklusif secara global tanpa royalti kepada Melty.
Hingga saat ini, tim redaksi masih mencoba menghubungi pihak Melty untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai keamanan data pengguna. Bagi para pecinta game yang ingin mencoba teknologi mutakhir ini, sangat disarankan untuk tetap berhati-hati dan memahami risiko teknis yang menyertainya.







