Esportivonews.com – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di sebuah restoran populer di Philadelphia, Amerika Serikat, yang melibatkan seorang pelanggan dengan perilaku yang sangat tidak terpuji. Pria tersebut dilaporkan melemparkan sebuah sandwich cheesesteak tepat ke wajah seorang karyawan restoran sebagai bentuk protes atas pesanan makanannya. Kejadian ini tidak hanya memicu kemarahan staf restoran, tetapi juga menjadi sorotan luas setelah pelaku akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Peristiwa yang terjadi di restoran Pat’s King of Steaks pada akhir September lalu ini bermula ketika seorang pria datang untuk memesan makanan. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pria tersebut terlihat sedang merekam aktivitasnya selama berada di lokasi. Setelah menerima pesanannya, ia tampak terlibat dalam perdebatan sengit dengan manajer umum restoran, Tom Francano, di jendela layanan. Tanpa peringatan, pria itu mengambil sandwich yang ada di tangannya dan melemparkannya ke arah wajah Francano sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pemilik restoran, Frank Olivieri, mengecam keras tindakan pengecut tersebut. Ia mengungkapkan rasa kecewanya karena insiden ini merusak suasana kerja dan kenyamanan pelanggan lainnya. Olivieri bahkan menduga bahwa tindakan agresif tersebut sengaja dilakukan demi konten media sosial. Menurutnya, pelaku tampaknya ingin mencari popularitas instan dengan cara yang salah. "Dia ingin menjadi influencer. Dia ingin terkenal. Berhentilah bersembunyi di balik keyboard dan kamera," tegas Olivieri dengan nada geram.
Menanggapi kejadian ini, pihak Pat’s King of Steaks sempat menawarkan imbalan sebesar $5.000 atau sekitar Rp78 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi hingga pelaku tertangkap. Namun, upaya pencarian tersebut berakhir lebih cepat setelah sang pelaku memutuskan untuk menyerahkan diri ke kantor polisi setempat. Meskipun identitas lengkap pelaku belum dirilis secara resmi ke publik, pihak kepolisian Philadelphia telah menjatuhkan tuntutan atas tindakan pelecehan (harassment) terhadap pria tersebut.
Tom Francano, yang merupakan veteran di restoran tersebut dengan masa kerja hampir 50 tahun, mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Ia menyatakan bahwa selama puluhan tahun bekerja, ia belum pernah mengalami perlakuan kasar seperti itu. "Saya sangat marah. Saya tidak terbiasa dilempar steak ke wajah. Jika Anda tidak suka makanannya, setidaknya bersikaplah sedikit lebih sopan," ungkapnya.
Ironisnya, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa aksi tersebut memang merupakan bagian dari gaya konten sang pelaku. Dalam unggahannya, ia mengklaim bahwa kontennya memang berfokus pada ulasan restoran, di mana ia akan melemparkan makanan kembali jika merasa tidak puas dengan rasa hidangan tersebut. Akibat insiden ini, pihak restoran kini tengah mempertimbangkan kebijakan ketat untuk melarang penggunaan kamera di area makan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Saat ini, polisi masih terus mendalami bukti-bukti digital lainnya untuk memperkuat proses hukum terhadap pelaku.







