Esportivonews.com – Bayangkan Anda sedang lapar dan memesan burrito favorit, lalu hanya dalam hitungan menit, makanan tersebut sudah mendarat tepat di depan pintu rumah Anda. Masa depan layanan pesan antar makanan kini terasa semakin dekat berkat inovasi terbaru dari raksasa pengiriman, DoorDash. Perusahaan ini baru saja memperkenalkan teknologi drone pengantar terbaru yang mampu memangkas waktu pengiriman secara drastis.
Dalam uji coba awal yang dilakukan, drone milik DoorDash mampu menempuh perjalanan dari restoran ke pintu pelanggan dalam waktu rata-rata kurang dari lima menit. Inovasi ini menjadi angin segar bagi industri logistik makanan yang selama ini sering terkendala oleh kemacetan lalu lintas di jalan raya. Salah satu mitra pertama yang akan mencicipi teknologi ini adalah jaringan restoran populer, Chipotle.

Rencana uji coba ini akan difokuskan di wilayah California Utara. Selain Chipotle, DoorDash juga menggandeng Popeyes serta restoran lokal seperti Momo N Curry untuk berpartisipasi dalam program percontohan ini. Langkah besar ini merupakan kelanjutan dari peluncuran layanan "DoorDash Air" pada Juli lalu, setelah perusahaan berhasil mendapatkan sertifikasi dari FAA (Federal Aviation Administration) untuk mengoperasikan layanan pengiriman drone komersial secara resmi.
Meskipun hasil uji coba menunjukkan angka yang sangat impresif, DoorDash memberikan catatan penting. Waktu tempuh di bawah lima menit tersebut merujuk pada durasi perjalanan drone dari dapur restoran hingga ke lokasi tujuan, bukan total waktu tunggu sejak pesanan dibuat. Selain itu, karena keterbatasan jarak dan ukuran pesanan dalam tahap uji coba, waktu pengiriman super cepat ini belum menjadi jaminan untuk semua pesanan.
Secara teknis, DoorDash memperkirakan sekitar 80 persen pesanan restoran pada umumnya memiliki ukuran dan berat yang cukup ringan untuk dibawa oleh drone mereka. Sistem navigasi canggih milik DoorDash akan secara otomatis menganalisis berbagai variabel, mulai dari kondisi cuaca, jangkauan terbang, hingga kepadatan lalu lintas di darat, guna menentukan apakah sebuah pesanan lebih efisien dikirim melalui jalur udara atau tetap melalui kurir darat.
Dari sisi teknologi, drone ini dirancang dengan enam baling-baling berputar lambat dan dilengkapi sistem katrol (winch) untuk proses pengambilan serta penurunan barang. Salah satu kekhawatiran masyarakat mengenai drone adalah kebisingan, namun DoorDash mengklaim bahwa suara drone ini saat berada di ketinggian pengiriman hanya setara dengan suara mobil yang melintas di jalan raya.
Melalui proyek ini, DoorDash terus memperluas portofolio teknologi pengirimannya. Sebelumnya, mereka telah memperkenalkan "Dot", sebuah robot pengantar listrik yang mampu berjalan di trotoar dan jalur sepeda dengan kecepatan hingga 32 km/jam. Dengan kehadiran drone, DoorDash semakin mempertegas posisinya sebagai pemimpin teknologi logistik yang siap menembus batas kecepatan konvensional.







