Pesan Makan Lewat Chat Jadi Kenyataan

Bagoes anwar

Pesan Makan Lewat Chat Jadi Kenyataan

Esportivonews.com – Cara masyarakat memesan makanan secara daring akan mengalami perubahan besar dalam waktu dekat. DoorDash, salah satu raksasa layanan pesan antar makanan, tengah melakukan uji coba teknologi mutakhir berupa agen kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna memesan makanan hanya melalui pesan teks atau chat.

Inovasi ini bertujuan untuk memangkas kerumitan proses pemesanan konvensional. Jika biasanya pengguna harus membuka aplikasi, mencari nama restoran, memilih menu satu per satu, memasukkannya ke keranjang, hingga melakukan proses pembayaran, kini semua itu bisa dilakukan hanya dengan mengetikkan keinginan mereka.

Pesan Makan Lewat Chat Jadi Kenyataan
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Pendiri pendamping DoorDash, Andy Fang, mengungkapkan detail mengenai fitur revolusioner ini pada akhir September lalu. Menurutnya, sistem berbasis teks ini dirancang untuk menjadi asisten pribadi yang proaktif bagi para pelanggan. Teknologi ini tidak hanya sekadar menerima perintah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempelajari kebiasaan pengguna.

"Anda kini bisa mengirim pesan ke DoorDash dan membiarkannya memesankan makanan untuk Anda. Sistem ini bersifat proaktif, mempelajari pesanan rutin Anda, serta membantu menemukan penawaran terbaik dan tempat makan baru," ujar Fang menjelaskan kecanggihan sistem tersebut.

Salah satu keunggulan utama dari agen AI ini adalah kemampuannya mengingat preferensi pengguna. Sebagai contoh, seorang pelanggan cukup mengirimkan pesan singkat seperti, "Pesan menu langgananku di Souvla," dan sistem akan secara otomatis memproses pesanan tersebut tanpa perlu pengaturan tambahan yang rumit.

Tidak hanya untuk penggunaan pribadi, fitur ini juga mendukung interaksi sosial. DoorDash memungkinkan sistem pesan teks ini dimasukkan ke dalam percakapan grup. Hal ini memudahkan sekelompok orang, misalnya saat sedang berkumpul bersama teman atau rekan kerja, untuk mengumpulkan pesanan mereka dalam satu utas percakapan yang sama.

Lebih jauh lagi, DoorDash mencoba memperluas fungsi AI ini melampaui sekadar memesan makanan siap saji. Dalam sebuah skenario yang sangat futuristik, pengguna bahkan bisa mengirimkan foto isi kulkas mereka kepada sang agen AI. Sistem kemudian akan menganalisis bahan apa saja yang kurang untuk membuat resep tertentu, lalu secara otomatis mengatur pengiriman bahan-bahan yang dibutuhkan tersebut.

Saat ini, fitur pemesanan berbasis teks tersebut masih dalam tahap uji coba beta di Amerika Serikat dengan sistem daftar tunggu bagi pelanggan yang ingin mencobanya. DoorDash juga terus mengeksplorasi teknologi lain untuk mempercepat layanan, termasuk penggunaan drone pengantar yang dalam uji coba awal mampu mencapai rumah pelanggan dalam waktu kurang dari lima menit.

Langkah ambisius ini menunjukkan bahwa DoorDash sedang bertransformasi dari sekadar platform pengiriman menjadi penyedia asisten berbasis AI yang memahami kebutuhan gaya hidup digital masa depan.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar