Esportivonews.com – Dunia industri kreatif dan esports tengah diguncang oleh kontroversi penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan produk fisik. Organisasi esports ternama, 100 Thieves, baru-baru ini harus menelan pil pahit setelah rencana kolaborasi produk mereka dengan gim legendaris, Old School RuneScape (OSRS), justru menuai kecaman keras dari para penggemar.
Masalah ini bermula ketika 100 Thieves merilis cuplikan video promosi pada akhir September lalu. Dalam video tersebut, terlihat seorang model mengenakan kaus hitam yang dihiasi berbagai ikon keterampilan dan antarmuka khas RuneScape. Namun, alih-alih disambut antusias, para pemain veteran justru menemukan banyak kejanggalan pada desain tersebut.

Para penggemar yang jeli mulai menyoroti detail-detail yang tidak masuk akal. Mereka menemukan adanya masker hoki pada slot Prayer, ikon Defence yang menyerupai salib, hingga anak panah Fletching dengan ujung ganda yang tidak logis. Selain itu, banyak simbol dalam desain tersebut tampak terdistorsi dan tidak dapat dikenali. Hal ini memicu tuduhan massal bahwa desain tersebut merupakan hasil generatif AI yang tidak melalui proses kurasi manusia secara mendalam.
Kemarahan komunitas semakin memuncak setelah konten promosi tersebut sempat dihapus secara mendadak. Beberapa kreator konten bahkan sempat mengunggah tangkapan layar sebagai bukti bahwa desain tersebut memang cacat secara visual.
Menanggapi badai kritik yang menerjang, 100 Thieves akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi dan mengakui kesalahan mereka secara terbuka. "Kami melakukan kesalahan," tulis pernyataan resmi organisasi tersebut.
Dalam penjelasannya, 100 Thieves mengungkapkan bahwa proyek kolaborasi dengan Jagex ini sebenarnya telah direncanakan sejak Juli. Namun, karena keterbatasan waktu untuk proses desain, persetujuan, hingga produksi massal, mereka terdesak oleh tenggat waktu yang sangat ketat. Pihak organisasi menjelaskan bahwa salah satu desainer menggunakan bantuan AI untuk melakukan pengeditan cepat pada tahap akhir produksi.
Ironisnya, sampel baju yang menggunakan elemen AI tersebut justru langsung digunakan untuk sesi pemotretan tanpa sempat diperiksa kembali secara detail oleh tim manajemen. Hal ini membuat kesalahan teknis tersebut terpampang nyata di hadapan publik.
100 Thieves menegaskan bahwa penggunaan AI dalam desain pakaian mereka bukanlah sebuah prinsip yang mereka pegang. Mereka menyatakan bahwa AI tidak memiliki tempat dalam proses desain produk mereka, sejalan dengan nilai yang dianut oleh Jagex yang sangat menjunjung tinggi kreativitas manusia.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah desain kaus yang bermasalah tersebut akan diperbaiki total, dibatalkan, atau tetap diproduksi dengan perubahan tertentu. 100 Thieves menyatakan sedang bekerja sama dengan Jagex untuk memperbaiki situasi ini dan memulihkan kepercayaan komunitas OSRS yang merasa dikhianati oleh penggunaan teknologi instan tersebut.







