Esportivonews.com – Dunia kompetitif Rocket League tengah diguncang oleh skandal besar yang melibatkan salah satu pemain profesionalnya. Kofyr, pemain yang dikenal di kancah kompetitif, secara resmi dijatuhi hukuman larangan bertanding yang sangat berat. Ia dilarang berpartisipasi dalam seluruh turnamen Rocket League Championship Series (RLCS) serta seluruh kompetisi lain yang berafiliasi dengan Psyonix hingga akhir tahun 2027.
Keputusan drastis ini diambil menyusul munculnya berbagai tuduhan serius terkait perilaku tidak pantas yang dilakukan Kofyr terhadap sejumlah perempuan dalam sebuah pesta setelah acara RLCS Worlds. Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah potongan video beredar luas di media sosial, di mana seorang streamer bernama Bails mengungkapkan informasi mengejutkan mengenai perilaku seorang pemain profesional asal Amerika Utara.

Dalam video tersebut, Bails menyebutkan bahwa salah satu pemain pro dari wilayah NA (North America) telah melakukan tindakan tidak senonoh dengan menyentuh beberapa perempuan di pesta tersebut. Bails juga menambahkan detail yang memperburuk situasi, dengan menyebutkan bahwa pemain yang dimaksud datang dalam kondisi mabuk dan diduga masih di bawah umur. Meski Bails tidak menyebutkan nama secara langsung, ia sempat menepis keterlibatan pemain dari tim besar seperti Diaz, Spacestation Gaming, dan NRG.
Namun, spekulasi netizen di media sosial bergerak sangat cepat. Berbagai petunjuk yang ada mengarah kuat pada sosok Kofyr. Tak butuh waktu lama bagi Kofyr untuk akhirnya angkat bicara terkait kegaduhan yang melanda dirinya. Melalui sebuah pernyataan resmi pada 28 September, ia menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat orang lain merasa tidak nyaman dengan perilakunya.
Kofyr menyatakan bahwa ia telah menghubungi pihak-pihak yang merasa dirugikan secara langsung. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, ia berencana untuk mencari bantuan profesional dan memberikan donasi kepada lembaga amal yang menangani kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Ia juga memutuskan untuk menarik diri sejenak dari media sosial guna melakukan refleksi diri. Meski demikian, dalam pernyataannya, Kofyr tidak secara eksplisit menggunakan istilah pelecehan seksual atau merinci detail tindakan spesifik yang dituduhkan kepadanya.
Pihak penyelenggara, Rocket League Esports, akhirnya mengambil tindakan tegas pada 30 September. Mereka mengonfirmasi bahwa Kofyr telah melanggar Kode Etik RLCS, khususnya Pasal 7.1.3. Aturan tersebut secara tegas melarang segala bentuk perilaku yang mengganggu, tidak aman, merusak, atau membahayakan pengguna lain, termasuk tindakan pelecehan, perilaku tidak hormat, hingga aktivitas ilegal.
Hingga saat ini, Psyonix belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai bukti-bukti yang digunakan dalam pengambilan keputusan tersebut atau mengidentifikasi siapa saja korban yang terlibat. Namun, hukuman larangan bertanding selama hampir tiga tahun ini menjadi sinyal keras bagi komunitas esports bahwa perilaku tidak etis tidak akan ditoleransi dalam industri profesional.







