Kojima Kena ‘Eliminasi’ PlayStation? Ini Alasannya!

Bagoes anwar

Kojima Kena 'Eliminasi' PlayStation? Ini Alasannya!

eSportivo Fortnite – Dunia gaming baru saja diguncang "plot twist" epik yang tak terduga! Hideo Kojima, sang maestro di balik Metal Gear Solid dan Death Stranding, dikabarkan telah "di-drop" oleh PlayStation untuk proyek terbarunya, PHYSINT. Sebuah kemitraan legendaris yang terjalin selama tiga dekade, kini berakhir bukan karena perbedaan visi artistik, melainkan… karena "spreadsheet" anggaran! Ini seperti momen ketika tim favoritmu tiba-tiba kehilangan MVP-nya di tengah turnamen besar.

Menurut laporan eksklusif dari Jason Schreier di Bloomberg, yang kini ramai diperbincangkan di esportivonews.com, PHYSINT menghadapi masalah serius jauh sebelum siap dirilis. Proyek spionase-aksi yang sangat dinanti ini dilaporkan "over budget" dan "missed deadlines" secara signifikan. Bayangkan, sebuah game yang belum juga masuk early access sudah menghabiskan "loot" lebih dari yang diperkirakan! PlayStation, yang selama ini menjadi "home base" bagi Kojima, akhirnya kehilangan kesabaran untuk terus mendanai proyek yang tak bisa menjaga lini masa pengembangannya sendiri. Ini adalah "game over" yang pahit bagi hubungan yang sudah terukir dalam sejarah.

Kojima Kena 'Eliminasi' PlayStation? Ini Alasannya!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Bukan rahasia lagi bahwa penjualan dua game Death Stranding tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi Sony. Para eksekutif mulai ragu untuk terus menggelontorkan ratusan juta dolar lagi untuk PHYSINT, apalagi mengingat game tersebut tidak akan menjadi eksklusif PlayStation. Baik Death Stranding 1 maupun 2 pada akhirnya "mendarat" di PC dan konsol rival, membuat Sony berpikir ulang tentang investasi besar mereka. Ini seperti melihat pemain andalanmu berganti skin dan bermain untuk tim lawan.

Tahun ini memang menjadi "zona badai" bagi Sony. Kenaikan harga hardware, "nerf" pada penjualan fisik disc, dan "wipeout" dari proyek Concord telah memaksa perusahaan untuk menerapkan "milestone" produksi yang jauh lebih ketat di seluruh lini. Dalam kondisi seperti ini, setiap proyek harus menjadi "MVP" dan menunjukkan progres yang jelas, atau siap-siap "di-vault."

Di sisi lain, Xbox, yang juga menghadapi tantangan serupa seperti PHK dan kenaikan harga konsol, justru melihat PHYSINT sebagai "easy win." Mereka menawarkan platform PC yang lebih terbuka bagi game-game besar, sesuatu yang enggan dilakukan Sony. Lebih dari itu, kesepakatan baru ini juga mencakup hak film dan TV untuk PHYSINT dan OD, sejalan dengan visi CEO Xbox, Asha Sharma, untuk "level up" studio mereka menjadi entitas yang lebih besar dari sekadar game. "Bertaruh pada Kojima-san adalah panggilan yang mudah," ujar seorang juru bicara Xbox, seolah mengisyaratkan "comeback play" yang cerdas. Ini bukan hanya tentang game, tapi tentang membangun "universe" media yang lebih luas!

Ironisnya, Kojima sendiri sempat menyuarakan kesedihannya atas keputusan PlayStation untuk menghentikan penjualan disc fisik beberapa bulan lalu, menyebutnya "sangat menyedihkan." Kini, ia harus menyaksikan kemitraan tiga dekade miliknya sendiri berakhir dengan cara yang sama, seolah menjadi bagian dari "patch update" yang tak terhindarkan dalam industri game. Apa arti "drop" ini bagi masa depan Kojima dan PHYSINT? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: peta permainan industri game baru saja berubah drastis!

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar