Game Freak Berani Mati? Beast of Reincarnation!

Bagoes anwar

Game Freak Berani Mati? Beast of Reincarnation!

eSportivo Fortnite – Game Freak, studio di balik franchise legendaris Pokémon, kini berani melangkah jauh dari zona nyamannya. Lupakan sejenak Pikachu dan Poke Ball! Mereka hadir dengan Beast of Reincarnation, sebuah Action RPG pasca-apokaliptik yang siap menguji nyali para gamer dengan sentuhan twist unik. Apakah langkah berani ini akan membawa mereka ke puncak, atau justru terjebak dalam bayang-bayang monster Soulslike yang menginspirasinya? Mari kita bedah lebih dalam!

Beast of Reincarnation benar-benar membalikkan ekspektasi. Alih-alih mengumpulkan makhluk-makhluk lucu, kamu akan dilempar ke medan pertempuran brutal ala Soulslike, di mana parry yang sempurna dan koordinasi serangan dengan rekan anjingmu adalah kunci utama untuk bertahan hidup. Meskipun ide-ide yang diusungnya mungkin terasa familiar dari game-game besar lain, Beast of Reincarnation berhasil membuktikan bahwa Game Freak lebih dari sekadar "studio Pokémon".

Game Freak Berani Mati? Beast of Reincarnation!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Kisah Kelam di Tahun 4026: Jepang yang Berubah Drastis

Latar belakang Beast of Reincarnation membawa kita ke Jepang di tahun 4026, sebuah masa depan kelam di mana umat manusia di ambang kepunahan akibat wabah mematikan yang menginfeksi hewan dan manusia. Kamu akan berperan sebagai Emma, seorang Sealer buangan, bersama dengan pendamping setianya, Koo, seekor anjing yang bukan sembarang anjing. Misi mereka? Membasmi monster raksasa yang berkeliaran, yang dikenal sebagai Nushi, dan mengalahkan Beast of Reincarnation misterius.

Meskipun narasi utamanya mungkin tidak akan memenangkan penghargaan storytelling terbaik, ada beberapa twist tak terduga yang sukses menjaga saya tetap terpaku selama petualangan 30 jam. Dan jujur saja, Koo sendiri sudah cukup menjadi alasan kuat untuk menyelesaikan game ini. Siap-siap, karena di balik misi sederhana ini, tersimpan plot twist yang bikin kamu garuk-garuk kepala dan bertanya-tanya, "Apa lagi ini?!"

Koo: Sahabat Terbaik Manusia, Senjata Paling Mematikan

Lupakan party Pokémon! Di sini, kamu akan ditemani oleh Koo, serigala putih yang mengingatkan kita pada Princess Mononoke, dengan keahlian mengubah setiap musuh menjadi mainan kunyah raksasa. Saat memilih kemampuan elemental Koo, pertarungan akan melambat sejenak, mirip sistem di Final Fantasy 7 Remake, memungkinkan kamu memilih target dan melancarkan serangan mematikan.

Koo punya segudang trik: bunga api yang menghujani musuh dengan biji panas membakar, cabang-cabang pemecah perisai yang melontarkan musuh ke udara untuk juggle ala Devil May Cry, hingga bunga bom asam yang melelehkan armor. Tapi ingat, kamu harus cepat menekan tombol prompt untuk memaksimalkan damage!

Kamu juga tidak bisa seenaknya spam kemampuan Koo. Untuk mengaktifkannya, kamu harus berhasil melakukan parry. Sistem parry di sini memang lebih memaafkan daripada seri Souls dari FromSoftware, tapi tetap menantang. Salah sedikit saja di tingkat kesulitan Hard, dan Emma bisa langsung jadi "pasta pink"! Untungnya, musuh juga bisa dirobohkan dengan mengeksploitasi kelemahan elemental mereka atau memecahkan guard mereka ala Sekiro dengan deflection atau serangan terus-menerus. Setelah tumbang, Emma punya beberapa detik berharga untuk melancarkan combo bunga yang flashy.

Sebagian besar combo Emma melibatkan dirinya melompat dari bunga raksasa untuk takedown cepat, meninggalkan jejak dedaunan indah ala Okami yang meluluhlantakkan musuh di sekitarnya. Namun, fitur paling seru Emma adalah Entanglement Overdrive, efek slowdown spesial yang terasa sangat memuaskan, mirip Overclock di NieR: Automata atau Witch Time di Bayonetta. Build Emma saya memaksimalkan meter ini, dan seringkali saya merasa seperti cheating saat menggunakannya untuk menghindari serangan, memulihkan health, reposisi, atau melancarkan combo ofensif habis-habisan.

Meskipun sistem-sistem ini tidak sepenuhnya baru, Beast of Reincarnation bersinar terang ketika semuanya bekerja secara harmonis. Pertarungan terasa seperti tarian ritmis, di mana kamu terus-menerus berjalan di antara hidup dan mati, mengambil risiko untuk serangan cakar dan ayunan pedang demi looprisk-vs-reward yang adiktif dan memuaskan.

Dunia yang Luas dengan Cara Eksplorasi Unik

Dari fasilitas bawah tanah lembap yang dipenuhi robot berkarat hingga gurun tandus yang mengingatkan pada wasteland di NieR: Automata, Beast of Reincarnation akan membawamu melintasi berbagai lingkungan selama lebih dari 30 jam permainan. Sayangnya, secara visual, lingkungan-lingkungan ini tidak akan memenangkan penghargaan. Di PS5 dasar, tekstur terlihat agak buram, yang cukup disayangkan mengingat game-game indah seperti Ghost of Yotei ada di platform yang sama.

Namun, apa yang kurang dari Beast of Reincarnation dalam fidelitas grafis, ia tebus dengan mekanik traversal yang unik. Emma bisa menggunakan rambutnya untuk memunculkan sulur guna menyeberangi tebing, dan menahan tombol lompat akan memanggil batang kacang raksasa yang membawamu ke atas. Ia bahkan memiliki kemampuan grappling hook ala Zelda yang memungkinkanmu melesat menuju struktur dan tanamanmu sendiri.

Ketika digunakan secara terkoordinasi, kemampuan ini membuka titik pandang fantastis yang membantu eksplorasi dan bahkan meningkatkan lethality-mu dalam pertempuran dengan takedown instan. Meski begitu, beberapa lokasi seperti padang luas Oguchi Buffer Zone dan gurun Crater Zone terasa begitu besar dan sepi, membuat saya berharap Emma bisa menggunakan keahliannya untuk membuat pelana kecil agar bisa menunggangi Koo, atau glider ala Breath of the Wild untuk mempercepat perjalanan.

Untungnya, kamu bisa menemukan base camp yang tersebar di setiap peta, berfungsi seperti bonfire di Dark Souls yang mengisi ulang ramuan, memungkinkanmu menaikkan statistik dasar Emma dan Koo, serta mengembangkan skill tree mereka. Jelajahi setiap sudut, karena siapa tahu ada easter egg atau jalur rahasia yang cuma bisa diakses oleh Sealer sejati!

Verdict: Game Freak Berani Ambil Risiko, Hasilnya Menjanjikan!

Meskipun cerita pasca-apokaliptiknya tidak terlalu berkesan dan lingkungannya terhambat oleh tekstur yang buram, variasi musuh yang terbatas, serta soundtrack yang repetitif, RPG non-Pokémon dari Game Freak ini menunjukkan potensi besar.

Beast of Reincarnation memadukan parry ala Sekiro, input aksi terinspirasi Clair Obscure, dan pertarungan bos Soulslike yang berat menjadi sistem tempur yang terasa menyenangkan dan memuaskan. Ia memang belum sepenuhnya melampaui game-game yang menginspirasinya, tetapi berhasil mengukir identitasnya sendiri yang sangat "Beast of Reincarnation". Ini adalah bukti bahwa Game Freak punya lebih banyak kartu di tangan daripada yang kita kira!

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar