eSportivo Fortnite – Dunia streaming kembali diguncang drama yang tak terduga, kali ini melibatkan seorang legenda sejati di jagat Minecraft. Sue Jacquot, yang lebih dikenal sebagai Gramma Crackers, seorang nenek berusia 81 tahun yang viral karena streaming Minecraft demi pengobatan kanker cucunya, Jack, baru-baru ini mengungkapkan insiden swatting mengerikan yang menargetkan sang cucu yang sedang dalam masa pemulihan. Ini bukan sekadar game, ini adalah pertarungan hidup dan mati yang nyata, menunjukkan sisi gelap dan terang komunitas daring!
Kisah Gramma Crackers memang sudah menginspirasi banyak orang. Ia memulai petualangan streamingnya pada tahun 2024 setelah Jack didiagnosis kanker. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi sensasi internet, mengumpulkan komunitas yang solid, dan yang terpenting, membantu Jack pulih dari perawatannya di Arizona. Meskipun Jack kini sudah dalam masa remisi, Gramma Crackers tetap setia menyapa penggemarnya secara rutin, membangun "basis" yang kuat di dunia maya.

Namun, pada 18 Mei lalu, kedamaian Gramma Crackers dihancurkan oleh sebuah insiden swatting—fenomena mengerikan yang sering menimpa streamer papan atas. Bayangkan, 20 mobil polisi, lima petugas SWAT bersenjata lengkap, dan bahkan drone dikerahkan ke rumahnya! Gramma Crackers, dengan ketenangan seorang veteran yang telah melihat banyak "zona bahaya" di game, menghadapi situasi ini dengan gagah berani. Tapi, ia menegaskan bahwa target sebenarnya dari serangan siber kejam ini bukanlah dirinya, melainkan Jack, cucunya yang baru saja melewati fase sulit kemoterapi.
Dalam wawancaranya dengan bintang Kick, JiDion, Jacquot menceritakan momen-momen mencekam tersebut. "Jack adalah orang yang menanggung semua stres itu," ujarnya. "Jack adalah yang terakhir keluar. Dan ingat, dia sedang dalam masa pemulihan dari semua kemo, jadi lengannya tidak sekuat dulu. Dia berjalan jarak yang cukup jauh dengan tangan terentang lurus. Dia berkata, ‘Aku tahu jika aku menurunkan satu tangan saja, mereka bisa menembakku!’" Sebuah pengakuan yang menusuk hati, menunjukkan betapa rentannya Jack saat itu, berjuang bukan hanya melawan penyakitnya tetapi juga ancaman yang tak masuk akal ini.
Ironisnya, Gramma Crackers sendiri mengaku tidak merasa takut sama sekali saat polisi tiba. Bahkan, ia sempat mendapatkan tumpangan di mobil polisi dan menganggap seluruh kejadian itu "agak menyenangkan" dan "tidak ada gunanya." Ia juga mengungkapkan bahwa pihak berwenang sempat menelepon rumah mereka tiga kali sebelum datang, memberikan semacam "peringatan dini" yang aneh sebelum "invasi" besar-besaran.
Penyelidikan mengungkapkan bahwa polisi menerima laporan palsu yang menyatakan Jack telah menembak Gramma Crackers dan akan bunuh diri. Laporan ini memaksa Jack untuk mengarahkan semua orang di rumah untuk keluar. Detektif kini sedang berburu pelaku di balik insiden ini, yang diketahui menggunakan aksen Prancis palsu saat membuat laporan. Sebuah detail yang mungkin tampak kecil, namun bisa menjadi petunjuk penting dalam perburuan "penjahat siber" ini, seperti mencari jejak musuh di peta Fortnite.
Meskipun insiden ini adalah mimpi buruk, ada secercah harapan yang muncul. Kisah swatting ini justru menjadi viral secara masif, memicu gelombang donasi baru untuk GoFundMe Jack. Dana yang terkumpul kini telah melampaui angka $100.000, membuktikan bahwa bahkan di tengah kegelapan, komunitas gaming bisa bersatu untuk mendukung para pahlawannya. Ini adalah bukti kekuatan komunitas, yang mengubah sebuah "serangan" menjadi "buff" tak terduga bagi Jack, sebuah kemenangan moral yang manis di tengah kekacauan, seperti meraih Victory Royale setelah melewati badai! Informasi lebih lanjut bisa ditemukan di esportivonews.com.







