Esportivonews.com – Sebuah pemandangan unik dan mengharukan tengah terjadi di lingkungan kampus Siena University, New York. Bukan tentang persiapan ujian atau kompetisi olahraga antar mahasiswa, melainkan sebuah proses "estafet" tugas yang dilakukan oleh seekor anjing. Baloo, seekor anjing jenis Saint Bernard yang telah menjadi ikon hidup universitas selama hampir lima tahun, kini tengah menjalankan misi khusus: melatih penerusnya sebelum ia resmi memasuki masa pensiun.
Baloo bukanlah sekadar hewan peliharaan biasa. Sejak tahun 2021, ia telah menjadi wajah resmi bagi Siena University. Kehadirannya selalu dinantikan dalam setiap pertandingan bola basket maupun berbagai acara besar di kampus. Dengan tubuhnya yang besar dan pembawaannya yang tenang, Baloo telah menjadi bintang yang sering berpose di depan ratusan kamera mahasiswa dan penggemar setia universitas.

Namun, waktu terus berjalan. Menjelang ulang tahunnya yang ketujuh, Baloo mulai bersiap untuk meletakkan tugasnya. Untuk memastikan transisi yang mulus, pihak universitas memperkenalkan anggota baru yang sangat menggemaskan, yakni seekor anak anjing Saint Bernard berusia tiga bulan yang diberi nama Baby Baloo.
Proses pelatihan yang dilakukan tergolong sangat alami namun terencana. Baby Baloo tidak belajar di dalam kelas, melainkan langsung terjun ke lapangan untuk mendampingi seniornya dalam setiap pertandingan kandang sepanjang musim ini. Strategi ini dipilih karena sifat alami anjing yang sangat kuat dalam meniru perilaku di sekitarnya.
Charles Rice, sang pelatih atau handler yang mendampingi kedua anjing tersebut, menjelaskan bahwa kunci utama dari pelatihan ini adalah pengulangan dan observasi. Menurut Rice, Baby Baloo belajar dengan cara mengikuti setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh Baloo. Jika Baloo bersikap tenang di tengah keramaian, maka Baby Baloo akan belajar untuk melakukan hal yang sama.
Dalam sebuah pertandingan eksibisi melawan Syracuse di MVP Arena, Baby Baloo tampak tampil dengan atribut khusus. Ia mengenakan rompi bertuliskan "In Training, Do Not Pet" atau "Sedang dalam Pelatihan, Jangan Elus". Rompi ini bukan tanpa alasan; Rice menjelaskan bahwa rompi tersebut bertujuan agar Baby Baloo bisa belajar mengatur dirinya sendiri (self-regulate).
Suasana pertandingan olahraga sering kali sangat kacau, penuh dengan suara teriakan penonton, lampu yang menyilaukan, dan gerakan yang cepat. Melalui pelatihan ini, Baby Baloo diajarkan untuk tetap fokus pada pelatihnya dan belajar untuk tetap rileks di tengah hiruk-pikuk stadion.
Meskipun saat ini Baby Baloo masih terlihat mungil dengan berat sekitar 18 kilogram, ia diprediksi akan tumbuh menjadi raksasa. Para ahli memperkirakan beratnya bisa mencapai 86 kilogram, yang berarti ia berpotensi tumbuh lebih besar daripada Baloo yang saat ini memiliki berat 72 kilogram.
Rencananya, Baloo akan resmi pensiun pada akhir tahun akademik ini. Setelah masa transisi selesai, Baby Baloo diharapkan siap untuk memikul tanggung jawab penuh sebagai maskot tunggal Siena University pada tahun 2027 mendatang. Sebuah akhir yang manis bagi sang legenda, dan awal yang menjanjikan bagi sang penerus.







