Esportivonews.com – Sebuah peristiwa yang sangat tidak lazim dan mengejutkan terjadi di ruang sidang pengadilan di Florida, Amerika Serikat. Seorang pria yang tengah menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama secara mengejutkan mengajukan tawaran kesepakatan hukum yang sangat aneh. Alih-alih meminta keringanan hukuman atau kompensasi finansial, pria tersebut justru meminta sebuah menu makanan cepat saji sebagai syarat untuk mengakui kesalahannya.
Terdakwa bernama Robert Kessler, seorang pria berusia 74 tahun, kini tengah berjuang menghadapi jeratan hukum atas kasus kematian Stephanie Crone-Overholt yang terjadi pada tahun 2021. Kessler tidak hanya didakwa atas pembunuhan tingkat pertama, tetapi juga atas tuduhan penyalahgunaan jenazah. Persidangan yang dimulai pada Selasa, 27 Oktober, tersebut awalnya berjalan serius hingga sebuah interaksi antara terdakwa dan petugas pengadilan mengubah suasana menjadi penuh keheranan.

Kejadian bermula ketika hakim menyadari adanya potensi kesepakatan pengakuan bersalah (plea deal) yang tidak biasa. Kessler dilaporkan sempat berbicara dengan petugas pengadilan (bailiff) mengenai keinginannya. Saat hakim menghampiri dan menanyakan langsung mengenai tawaran pengakuan tersebut, Kessler dengan santai menyatakan kesediaannya untuk menerima hukuman penjara seumur hidup. Namun, ada satu syarat mutlak yang ia ajukan: sebuah Philly cheesesteak, satu porsi kentang goreng, dan minuman Pepsi.
Tidak berhenti di situ, Kessler bahkan merinci pesanan makanannya dengan sangat spesifik di hadapan hakim. Ia meminta cheesesteak tersebut disajikan dengan bawang bombay, mayones, serta tambahan kentang goreng dan Pepsi ukuran 20 ons. Dengan logika yang sulit diterima akal sehat, Kessler berargumen bahwa kesepakatan ini justru akan menguntungkan publik karena dapat menghemat waktu juri serta menghemat penggunaan uang pajak masyarakat yang biasanya digunakan untuk membiayai proses persidangan yang panjang.
Mendengar permintaan tersebut, hakim yang telah berpengalaman selama 40 tahun dalam dunia hukum mengaku sangat terpukul dan tidak pernah menemui kasus serupa sepanjang kariernya. Hakim menegaskan bahwa ia tidak bisa menyetujui permintaan makanan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan hukum, karena hal itu dianggap salah dalam berbagai aspek etika dan prosedur peradilan.
Meski hakim menjamin bahwa Kessler akan tetap mendapatkan makan siang saat berada di penjara, ia menegaskan bahwa menu makanan tersebut tidak bisa ditentukan secara khusus sesuai keinginan terdakwa. Menanggapi penolakan tersebut, Kessler sempat bersikeras bahwa ia hanya akan mempertimbangkan pengakuan bersalah jika sandwich tersebut benar-benar bisa ia dapatkan.
Pihak Kejaksaan Wilayah Hillsborough melalui pernyataan resminya di media sosial mencoba menenangkan situasi. Mereka menyatakan bahwa meskipun pernyataan terdakwa telah menarik perhatian nasional dan menjadi viral, fokus utama mereka tetaplah pada pencarian keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Jika terbukti bersalah, Robert Kessler terancam mendekam di balik jeruji besi selama sisa hidupnya.







