Esportivonews.com – Sebuah insiden mengerikan baru saja mengguncang industri kuliner di Amerika Serikat. Alih-alih menikmati kesegaran koktail margaritas yang manis, sejumlah pelanggan di sebuah restoran Chili’s di North Carolina justru harus merasakan sensasi terbakar di tenggorokan mereka. Hal ini terjadi setelah staf bar secara tidak sengaja mencampurkan bahan kimia pembersih ke dalam minuman pesanan para tamu.
Kejadian yang sangat tidak terduga ini bermula dari kelalaian fatal di area bar. Berdasarkan laporan dari Foothills Health District dan ABC News 13, para staf restoran diduga salah mengira bubuk pembersih lemak (degreaser) sebagai gula pasir. Bahan kimia tersebut disimpan dalam wadah yang tidak memiliki label identitas, sehingga memicu kekeliruan saat proses pembuatan minuman.

Dampaknya sangat serius. Setidaknya tiga orang pelanggan dilaporkan mengalami luka bakar kimiawi setelah meminum campuran maut tersebut. Tidak hanya pelanggan, dua orang staf restoran juga ikut mencicipi minuman tersebut setelah mendengar keluhan dari para tamu, dan mereka pun merasakan sensasi terbakar yang serupa di bagian tenggorokan.
Levonne Baker, salah satu pelanggan setia restoran tersebut, mengungkapkan rasa syok yang mendalam kepada media. Ia mengaku merasa sangat takut dan tidak menyangka kejadian seburuk ini bisa terjadi di tempat yang biasa ia kunjungi. "Kejadian ini membuat saya merasa sangat gugup untuk kembali ke bar tersebut. Saya jadi berpikir, apa lagi yang akan mereka masukkan ke dalam minuman berikutnya?" ungkap Baker dengan nada cemas.
Pihak otoritas kesehatan setempat segera mengambil tindakan tegas dengan melakukan investigasi menyeluruh. Akibat insiden ini, izin layanan makanan di restoran Chili’s tersebut sempat dibekukan untuk sementara waktu. Setelah proses investigasi selesai, restoran tersebut akhirnya diizinkan untuk beroperasi kembali, namun otoritas kesehatan tetap memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang merasa telah terpapar bahan kimia tersebut untuk segera mencari bantuan medis.
Menariknya, insiden serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah lain, yakni di Oregon. Sebuah kasus hukum besar kini tengah berjalan setelah orang tua murid menggugat pihak sekolah dan distrik pendidikan sebesar hampir 1 juta dolar AS. Kasus ini bermula ketika para siswa disajikan camilan pretzel yang ternyata telah ditaburi dengan bubuk pembersih oven.
Pihak Distrik Sekolah Tigard-Tualatin awalnya menyebut bahwa kejadian tersebut murni karena "kesalahan manusia". Namun, sebuah keluarga melaporkan bahwa anak mereka mengalami sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan setelah memakan camilan tersebut. Gugatan hukum tersebut juga menyoroti dampak psikologis dan fisik jangka panjang, termasuk sakit perut, nyeri dada, hingga trauma kecemasan pada anak untuk mengonsumsi makanan di sekolah.
Rentetan kejadian ini menjadi pengingat keras bagi industri makanan dan minuman mengenai pentingnya standar keamanan pangan dan pelabelan bahan kimia yang sangat ketat guna menghindari tragedi serupa di masa depan.







