Esportivonews.com – Raksasa kopi dunia, Starbucks, tengah menyiapkan gebrakan teknologi mutakhir yang akan mengubah cara pelanggan memesan kopi melalui layanan drive-thru. Perusahaan ini berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi setiap pengunjung yang datang.
Dalam sebuah panggilan laporan laba yang digelar pada Kamis (29/10), manajemen Starbucks mengungkapkan ambisi mereka untuk menghadirkan menu digital yang dapat menyesuaikan diri dengan profil pelanggan. Bayangkan saja, saat Anda mendekati jendela pemesanan, layar menu tidak lagi menampilkan daftar produk yang sama untuk semua orang, melainkan menampilkan pilihan yang sesuai dengan selera atau kebiasaan memesan Anda.

CEO Starbucks, Brian Niccol, menjelaskan bahwa visi besar perusahaan adalah menciptakan pengalaman yang mampu mengenali pelanggan setia saat mereka tiba di lokasi. Teknologi ini dirancang agar menu digital dapat menampilkan rekomendasi yang dipersonalisasi, sekaligus mempermudah proses pembayaran agar menjadi lebih praktis dan tanpa hambatan.
Meski rencana ini terdengar sangat futuristik, Starbucks masih merahasiakan detail teknis mengenai bagaimana cara sistem tersebut mengidentifikasi pelanggan. Belum ada penjelasan pasti apakah identifikasi akan dilakukan melalui aplikasi seluler, pengenalan wajah, atau teknologi sensor lainnya. Namun, fokus utamanya adalah memberikan kenyamanan maksimal bagi konsumen.
Langkah Starbucks ini sebenarnya bukan satu-satunya di industri makanan cepat saji. Persaingan teknologi AI di sektor ini semakin memanas. Taco Bell, misalnya, telah bereksperimen dengan papan menu digital yang mampu mengubah tata letak dan visual secara dinamis untuk setiap mobil yang datang. Sementara itu, McDonald’s juga tengah menguji coba fitur bernama ArchIQ, sebuah chatbot berbasis AI yang dapat mengenali pelanggan lama dan membantu mereka memesan menu favorit dengan cepat.
Tidak berhenti pada menu personal, Starbucks juga menargetkan pengembangan lebih lanjut pada tahun 2027. Mereka berencana menguji model AI di latar belakang sistem drive-thru untuk membantu para barista. Teknologi ini bertujuan agar proses input pesanan menjadi lebih akurat dan efisien, sehingga risiko kesalahan manusia dalam mencatat pesanan dapat diminimalisir.
Selain itu, integrasi AI juga akan diperluas ke dalam aplikasi seluler mereka. Starbucks tengah mengembangkan fitur pencarian dan penemuan produk yang lebih canggih. Di masa depan, pelanggan mungkin bisa melakukan pemesanan melalui interaksi percakapan layaknya berbicara dengan asisten pribadi.
Sebelumnya, Starbucks juga telah memulai langkah awal dengan mengizinkan pemesanan melalui ChatGPT dan meluncurkan Green Dot Assist, sebuah alat berbasis AI untuk membantu karyawan memahami resep serta standar layanan. Meski belum ada tanggal peluncuran resmi untuk menu drive-thru yang dipersonalisasi, Brian Niccol menegaskan bahwa perusahaan akan terus melakukan uji coba, belajar, dan menerapkan teknologi yang terbukti efektif bagi pelanggan.







