Kontroversi Iklan Peluk Cucu di Irlandia

Bagoes anwar

Kontroversi Iklan Peluk Cucu di Irlandia

Esportivonews.com – Sebuah kampanye iklan yang bertujuan untuk mengajarkan pentingnya batasan pribadi justru berakhir dengan kegaduhan besar di Irlandia. Sebuah video pendek yang menyarankan para kakek dan nenek untuk meminta izin sebelum memeluk cucu mereka kini telah ditarik dari peredaran setelah memicu gelombang kritik tajam dari masyarakat luas.

Iklan berdurasi 25 detik tersebut diproduksi oleh Dublin Rape Crisis Centre (DRCC) sebagai bagian dari kampanye bertajuk "We-Consent". Program yang didanai oleh pemerintah ini sebenarnya dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya persetujuan (consent) dan penghormatan terhadap batasan fisik seseorang.

Kontroversi Iklan Peluk Cucu di Irlandia
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Dalam video tersebut, diperlihatkan suasana hangat saat sepasang kakek dan nenek tiba di rumah keluarga mereka. Seorang cucu menyambut mereka dengan pelukan hangat yang penuh kegembiraan. Namun, suasana berubah ketika kamera menyorot seorang anak perempuan lain yang tampak sangat tidak nyaman saat didekati oleh kakek dan neneknya untuk dipeluk.

Narasi dalam iklan tersebut kemudian berbunyi, "Tidak semua orang ingin dipeluk. Bahkan oleh orang-orang yang mereka cintai." Video ditutup dengan pesan yang cukup provokatif: "Canggung? Mungkin. Penting? Tentu saja."

Alih-alih mendapatkan apresiasi, pesan tersebut justru dianggap menyinggung perasaan banyak orang. Masyarakat merasa iklan tersebut secara tidak adil menggambarkan kasih sayang antara anggota keluarga sebagai sesuatu yang mencurigakan atau bahkan berbahaya. Kritik mengalir deras di media sosial, menuduh kampanye ini telah merusak nilai-nilai kehangatan keluarga.

Situasi semakin memanas hingga memaksa Menteri Kehakiman Irlandia, Jim O’Callaghan, untuk turun tangan. Melalui pernyataan resmi di platform X, O’Callaghan meminta agar video tersebut segera dihapus. Ia menegaskan bahwa iklan tersebut tidak representatif terhadap pandangan pemerintah.

"Sangat jelas bahwa kehadiran kakek dan nenek yang penuh kasih dalam kehidupan seorang anak adalah hal yang sangat positif untuk disyukuri, bukan sesuatu yang harus dijadikan bahan kampanye," tegas O’Callaghan. Ia juga menambahkan bahwa konten tersebut terasa tidak pantas dan merendahkan martabat para lansia.

Senada dengan menteri, Peadar Tóibín, pemimpin partai Aontú, turut mengecam iklan tersebut dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang "gila". Ia berargumen bahwa kampanye ini berisiko menciptakan stigma bahwa pelukan dari kakek atau nenek adalah tindakan yang patut dicurigai.

Di sisi lain, kelompok pendukung kampanye tetap mempertahankan esensi pesan mereka. Mereka berpendapat bahwa setiap anak, tanpa memandang hubungan darah, harus memiliki hak untuk menolak sentuhan fisik yang tidak mereka inginkan.

Menanggapi badai kritik tersebut, DRCC akhirnya mengonfirmasi telah menghapus iklan tersebut dari seluruh saluran media sosial mereka. Pihak DRCC menjelaskan bahwa video tersebut dibuat berdasarkan masukan dari lebih dari 20 lokakarya yang melibatkan peserta dari berbagai usia, di mana isu pelanggaran batasan pribadi sering menjadi topik diskusi.

Meskipun kampanye ini menerima pendanaan dari Departemen Kehakiman Irlandia, para pejabat mengklarifikasi bahwa pengembangan konten dilakukan secara independen oleh DRCC dan bukan merupakan kampanye resmi pemerintah. Saat ini, dua video lain dalam seri yang sama juga telah ditarik untuk ditinjau ulang guna menghindari gangguan terhadap fokus utama organisasi dalam membantu para korban kekerasan.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar