Liburan Tropis Berubah Jadi Dingin

Bagoes anwar

Liburan Tropis Berubah Jadi Dingin

Esportivonews.com – Niat hati ingin menikmati hangatnya matahari di kawasan Karibia, ribuan penumpang kapal pesiar justru harus menelan kekecewaan mendalam. Alih-alih bersantai di pantai berpasir putih Bahamas, mereka justru terdampar di tengah cuaca dingin Kanada akibat cuaca buruk yang melanda pesisir timur Amerika Serikat.

Kapal pesiar mewah milik Royal Caribbean, Oasis of the Seas, awalnya dijadwalkan melakukan perjalanan tujuh malam yang sangat dinanti. Rute yang telah disusun mencakup kunjungan ke Florida, pulau pribadi Perfect Day at CocoCay, hingga destinasi utama di Nassau, Bahamas. Namun, kondisi cuaca yang memburuk di sepanjang pesisir timur memaksa pihak operator kapal untuk membatalkan seluruh rencana perjalanan tersebut demi keselamatan penumpang.

Liburan Tropis Berubah Jadi Dingin
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Perubahan rute yang mendadak ini membuat sekitar 5.000 penumpang merasa terkejut dan bingung. Banyak dari mereka yang sudah menyiapkan pakaian musim panas, seperti kaos tanpa lengan, celana pendek, hingga pakaian renang, yang ternyata sama sekali tidak berguna di destinasi baru mereka.

Melalui media sosial, para penumpang mengungkapkan kegelisahan mereka. Nicole Borowicz-Byler, salah satu penumpang, menuliskan rasa tidak percayanya saat mengetahui kapal dialihkan ke Kanada. Sementara itu, penumpang lain, David Hess, sempat mempertanyakan apakah suhu di Kanada akan sehangat di Bahamas, yang kemudian dijawab oleh penumpang lain dengan kenyataan pahit bahwa suhu di sana sangat membeku.

Tragedi di Balik Perubahan Rute

Di balik kemarahan dan kebingungan para penumpang, terdapat satu kisah yang sangat menyentuh hati. Debra DelCamp mengungkapkan adanya sebuah keluarga yang merasa sangat terpukul dengan perubahan rute ini. Keluarga tersebut sebenarnya memiliki rencana khusus untuk menebar abu jenazah ayah mereka di Nassau, Bahamas.

Nassau merupakan lokasi perjalanan terakhir sang ayah sebelum meninggal dunia menggunakan kapal Oasis of the Seas. Perubahan rute ini memaksa keluarga tersebut untuk menunda momen sakral mereka atau terpaksa melakukannya di lokasi yang sama sekali tidak sesuai dengan rencana awal mereka.

Meskipun situasi ini terasa berat bagi sebagian orang, sebagian penumpang veteran menganggap hal ini sebagai bagian dari risiko perjalanan laut. "Ini adalah bagian dari kehidupan di atas kapal pesiar," ujar DelCamp, yang menambahkan bahwa bagi mereka yang sudah sering berlayar, perubahan rute adalah hal yang lumrah.

Kompensasi dari Pihak Kapal

Menanggapi kekecewaan ribuan penumpang, Royal Caribbean memberikan sejumlah kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab. Berdasarkan laporan, penumpang yang terdampak mendapatkan kredit onboard senilai 200 hingga 600 dolar AS per orang, tergantung pada tipe kabin yang mereka tempati. Selain itu, perusahaan juga menawarkan kredit sebesar 50% untuk perjalanan berikutnya serta pengembalian dana bagi ekskursi yang dibatalkan.

Kapal Oasis of the Seas akhirnya bersandar di Halifax, Nova Scotia, pada 20 Oktober. Meskipun harus menghadapi suhu dingin, pihak kapal memperpanjang waktu sandar hingga keesokan harinya agar penumpang memiliki waktu lebih lama untuk mengeksplorasi kota tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pelancong bahwa di laut lepas, alam selalu memiliki rencana yang tidak terduga.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar