Esportivonews.com – Dunia digital kembali berduka sekaligus diguncang oleh kabar tragis yang melibatkan perseteruan antar kreator konten. Seorang YouTuber asal India, Jason Samuel, resmi ditangkap oleh pihak kepolisian Tamil Nadu setelah kematian tragis seorang influencer keuangan ternama, V Harish. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah keluarga korban menuding Samuel melakukan perundungan siber (cyberbullying), pelecehan, hingga pengancaman yang berujung pada tindakan fatal korban.
V Harish, pria berusia 27 tahun yang dikenal luas melalui kanal "Finance with Harish", ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah properti sewaan dekat Chennai pada 20 Oktober lalu. Harish merupakan sosok yang sangat berpengaruh di media sosial, dengan basis pengikut mencapai lebih dari 1,3 juta orang di Instagram. Ia dikenal sering membagikan tips investasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat luas.

Ayah korban, J Vinayagam, mengungkapkan rasa sakit hati yang mendalam. Ia menuduh bahwa Samuel secara terus-menerus menyerang mental putranya melalui video-video yang bersifat memfitnah dan penuh ancaman. Menurutnya, tekanan psikologis yang dialami Harish akibat serangan digital tersebut sangat berat, hingga akhirnya sang putra memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.
Pihak kepolisian kini telah menetapkan status hukum terhadap Samuel di bawah Pasal 108 Bharatiya Nyaya Sanhita, yang mengatur tentang tindakan yang memicu atau mendorong seseorang untuk melakukan bunuh diri. Penangkapan ini dilakukan setelah penyidik mengumpulkan berbagai bukti kuat, termasuk pernyataan saksi dan dokumen digital yang menunjukkan adanya upaya pemerasan serta penyebaran konten pencemaran nama baik oleh Samuel terhadap Harish.
Sebelum mengakhiri hidupnya, Harish dilaporkan sempat merekam sebuah video yang berisi curahan hati mengenai pelecehan yang ia terima serta kerusakan reputasi yang ia alami. Keluarga Harish kini mendesak pihak berwenang untuk memeriksa rekaman tersebut sebagai bukti kunci dalam proses hukum.
Di sisi lain, Jason Samuel membantah keras tuduhan perundungan siber tersebut. Melalui pernyataan di media sosial X, ia berdalih bahwa konten yang ia buat hanyalah bentuk kritik terhadap kredibilitas para influencer keuangan. Samuel mengaku hanya mempertanyakan legalitas Harish dalam memberikan saran investasi tanpa lisensi resmi dari Securities and Exchange Board of India (SEBI).
"Saya tidak melakukan perundungan siber. Saya hanya meminta dia untuk kembali dan memberikan edukasi dengan lisensi SEBI yang sah. Saya tidak pernah bermaksud atau menyangka hal ekstrem seperti ini akan terjadi," tulis Samuel dalam pembelaannya.
Kasus ini memicu perdebatan panas di ruang publik mengenai batasan antara kritik profesional dan pelecehan digital yang destruktif. Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa tekanan di dunia maya dapat berdampak nyata dan mematikan bagi kesehatan mental seseorang. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami bukti-bukti digital untuk memastikan keadilan bagi mendiang Harish.







