Esportivonews.com – Dunia kompetitif game Deadlock tengah dihebohkan dengan kehadiran hero terbaru bernama Solomon. Bukan sekadar karakter baru yang menambah variasi strategi, hero ini ternyata menyimpan detail tersembunyi yang sangat mendalam, hingga membuat para penggemar catur dunia merasa terpukau. Solomon bukan hanya sekadar karakter biasa, melainkan sebuah penghormatan artistik bagi sejarah permainan catur klasik.
Solomon hadir sebagai sosok Grandmaster catur yang melayang, diperkenalkan melalui pembaruan bertajuk City Never Sleeps. Karakter ini merupakan salah satu dari enam hero baru yang dirilis secara bertahap melalui mekanisme voting pemain. Dalam pertempuran, Solomon memiliki gaya bermain yang sangat unik dan taktis. Ia bertarung dengan cara meluncurkan bidak-bidak catur dari papan yang ia bawa, serta mampu memanggil versi raksasa dari bidak rook, knight, bishop, hingga queen untuk bergerak di medan tempur layaknya permainan catur sungguhan.

Gaya bermain Solomon dirancang untuk pemain yang menyukai strategi kontrol area. Ia cenderung menjaga jarak dalam pertempuran tim, menempatkan bidak-bidak raksasanya di berbagai titik strategis untuk mengendalikan alur pertempuran, persis seperti seorang pemain catur yang sedang menyusun strategi di atas papan.
Namun, kejutan sebenarnya terletak pada mekanisme reload atau pengisian ulang amunisi. Papan catur yang dipegang Solomon berfungsi ganda sebagai indikator jumlah peluru. Setiap bidak di atas papan tersebut mewakili satu butir peluru. Ketika Solomon melakukan reload, papan tersebut akan mengatur ulang posisi bidak-bidaknya sesuai dengan jumlah amunisi yang tersedia di magasinnya.
Menariknya, jumlah amunisi ini tidak bersifat statis. Pemain dapat meningkatkan kapasitas amunisi Solomon dengan membeli item tertentu atau mengumpulkan buff dari lemari buku emas yang tersebar di peta. Jumlah bidak di papan bisa berubah-ubah, mulai dari hanya 8 bidak hingga set lengkap berisi 32 bidak.
Melalui penelusuran mendalam oleh akun penggemar Deadlock News, terungkap bahwa setiap posisi bidak yang muncul saat reload bukanlah susunan acak. Setiap pola tersebut ternyata merupakan replika dari posisi bidak dalam pertandingan catur bersejarah yang nyata.
Detail ini mencakup rentang sejarah catur selama lebih dari 170 tahun. Mulai dari pertandingan legendaris "Immortal Game" tahun 1851 antara Adolf Anderssen dan Lionel Kieseritzky, hingga pertandingan krusial pada Kejuaraan Dunia 2014 antara Magnus Carlsen dan Viswanathan Anand.
Bahkan, pengembang tampaknya menyisipkan referensi modern yang sangat akrab bagi komunitas catur internet. Saat jumlah bidak berjumlah 10, papan tersebut menampilkan posisi dari pertandingan tahun 2024 yang dimainkan oleh Levy Rozman, atau yang lebih dikenal sebagai GothamChess. Sementara itu, saat papan penuh dengan 32 bidak, posisi yang muncul adalah momen ikonik pembukaan "double Bongcloud" yang dimainkan oleh Magnus Carlsen dan Hikaru Nakamura pada tahun 2021.
Selain referensi pertandingan nyata, terdapat juga beberapa posisi yang merujuk pada jebakan catur klasik, seperti Scholar’s Mate yang mematikan dalam empat langkah, serta Légal’s Mate yang melibatkan pengorbanan ratu. Detail jenius ini membuktikan bahwa pengembangan karakter dalam Deadlock dilakukan dengan riset yang sangat mendalam, memberikan pengalaman bermain yang lebih kaya bagi para pemainnya.







