Esportivonews.com – Fenomena gila tengah melanda pasar konsol video game dunia. Ritel raksasa asal Amerika Serikat, GameStop, baru-baru ini mengejutkan publik dengan menetapkan harga yang tidak masuk akal untuk unit PlayStation 5 (PS5) Pro bekas. Alih-alih mendapatkan harga lebih murah karena statusnya yang sudah pernah digunakan, konsumen justru harus merogoh kocek hingga mencapai angka 1.400 dolar AS atau sekitar Rp22 juta untuk satu unit konsol bekas.
Angka ini tentu sangat fantastis jika dibandingkan dengan harga unit baru yang masih berada di kisaran 899,99 dolar AS. Secara logika, menjual barang bekas dengan harga 500 dolar AS lebih mahal daripada barang segel dalam kondisi baru terdengar sangat tidak masuk akal. Namun, di tengah kegilaan pasar saat ini, strategi tersebut justru menjadi kenyataan yang pahit bagi para gamer.

Lonjakan permintaan ini bukan tanpa alasan. Faktor utama yang memicu kelangkaan stok PS5 Pro adalah antusiasme luar biasa terhadap judul game yang paling dinantikan tahun ini, yaitu Grand Theft Auto VI (GTA 6). Menjelang perilisan game tersebut, para pemain berlomba-lomba mengamankan perangkat keras paling bertenaga dari Sony agar dapat menikmati pengalaman visual terbaik tanpa hambatan teknis.
Kondisi stok yang sangat menipis bahkan memaksa Sony mengambil langkah ekstrem. Di Jepang, calon pembeli bahkan harus membuktikan bahwa mereka telah memainkan game selama minimal 60 jam sebelum diizinkan mengikuti undian untuk mendapatkan unit konsol tersebut. Melihat situasi yang sangat menguntungkan ini, GameStop tampaknya tidak ingin kehilangan momentum emas untuk meraup keuntungan maksimal.
Berdasarkan bocoran memo internal yang beredar di platform Reddit, GameStop secara sengaja menetapkan harga tinggi tersebut. Untuk model digital, mereka mematok harga 1.399,99 dolar AS, sementara untuk model yang dilengkapi dengan disc drive, harganya melonjak hingga 1.499,99 dolar AS. Dalam memo tersebut, pihak manajemen bahkan menegaskan bahwa kebijakan menetapkan harga bekas yang lebih mahal daripada unit baru adalah sebuah langkah yang "disengaja".
Para mantan karyawan GameStop memberikan analisis menarik mengenai strategi ini. Mereka menyebutkan bahwa motif utamanya adalah margin keuntungan yang sangat besar. GameStop biasanya membeli konsol bekas dari pelanggan melalui program trade-in dengan nilai kredit yang sangat rendah. Namun, ketika mereka menjualnya kembali kepada konsumen yang sedang dalam kondisi "putus asa" karena kelangkaan stok, mereka bisa meraup keuntungan berkali-kali lipat.
Situasi ini menciptakan dinamika pasar yang aneh, di mana barang bekas menjadi barang mewah yang lebih sulit dijangkau daripada barang baru. Bagi para kolektor dan pemain hardcore yang mengejar performa maksimal untuk GTA 6, pilihan mereka kini semakin sempit antara menunggu stok baru yang tak kunjung datang atau membayar harga selangit untuk unit bekas yang sudah pernah digunakan orang lain.







