Trik Hemat Orang Tua Pakai AI untuk Foto Sekolah

Bagoes anwar

Trik Hemat Orang Tua Pakai AI untuk Foto Sekolah

Esportivonews.com – Tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini merambah ke ranah domestik dengan cara yang tidak terduga. Alih-alih digunakan untuk membantu pekerjaan kantor, sejumlah orang tua di luar negeri kini memanfaatkan ChatGPT untuk menciptakan foto portrait sekolah anak-anak mereka secara mandiri. Langkah ini diambil sebagai strategi jitu untuk menghindari biaya paket foto sekolah yang dianggap kian mencekik kantong.

Fenomena ini mulai ramai diperbincangkan di platform TikTok, di mana para orang tua berbagi pengalaman mereka melakukan "akrobat" digital demi menghemat pengeluaran. Masalah utama yang memicu tren ini adalah tingginya harga paket foto sekolah, terutama bagi keluarga dengan jumlah anak lebih dari satu. Mengumpulkan lembar pesanan foto untuk setiap anak sering kali berujung pada tagihan yang sangat besar.

Trik Hemat Orang Tua Pakai AI untuk Foto Sekolah
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Salah satu kreator TikTok, Carlie Bond, membagikan caranya yang cukup cerdik. Ia memotret ketiga anaknya hanya dengan latar belakang tembok polos di rumah. Setelah itu, ia mengunggah foto-foto tersebut ke ChatGPT dan memberikan instruksi khusus agar wajah anak-anaknya tetap asli namun dengan latar belakang gradasi khas studio foto sekolah profesional. "Foto sekolah untuk tiga anak? Di kondisi ekonomi seperti sekarang?" tulis Bond dalam unggahannya yang menyentil realitas biaya hidup.

Hasilnya memang tidak mengecewakan bagi sebagian orang. Foto-foto tersebut terlihat sangat mirip dengan hasil jepretan fotografer profesional. Namun, tidak semua orang tua merasa puas dengan hasil teknologi ini. Beberapa pengguna melaporkan bahwa AI sering kali mengubah fitur wajah anak mereka secara drastis, meskipun mereka sudah memberikan instruksi untuk tetap mempertahankan kemiripan wajah asli.

Selain membuat foto dari nol, muncul pula tren lain yang lebih berisiko. Beberapa orang tua mencoba menggunakan AI untuk menghapus tanda air atau watermark dari draf foto sekolah yang dikirimkan oleh pihak studio. Tujuannya adalah agar mereka bisa memiliki file foto digital tanpa harus membayar paket lengkap yang mahal.

Meski terlihat sebagai solusi hemat, langkah ini menyimpan risiko hukum yang serius. Melansir laporan dari FastCompany, tindakan menghapus watermark pada foto yang belum dibayar secara resmi dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta. Jika pihak studio foto memutuskan untuk menempuh jalur hukum, para orang tua tersebut bisa menghadapi denda yang sangat fantastis, bahkan mencapai angka ratusan ribu dolar.

Selain masalah hukum, isu privasi juga menjadi perdebatan hangat. Banyak pihak mempertanyakan keamanan saat mengunggah foto wajah anak-anak ke layanan AI pihak ketiga. Di tengah perdebatan antara efisiensi biaya dan keamanan data, tren ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi AI mulai mengubah cara masyarakat menghadapi biaya kebutuhan sekolah yang semakin mahal.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar