Aplikasi Kencan Baru Pakai Sistem Voting

Bagoes anwar

Aplikasi Kencan Baru Pakai Sistem Voting

Esportivonews.com – Dunia kencan daring (online dating) kembali diguncang oleh inovasi yang cukup radikal. Jika selama ini kita terbiasa menggeser layar (swiping) sendiri untuk mencari pasangan, sebuah aplikasi baru bernama Rivet menawarkan konsep yang sangat berbeda. Melalui aplikasi ini, orang asing justru bisa menentukan apakah dua orang cocok untuk menjadi pasangan atau tidak.

Rivet, yang didirikan oleh mantan eksekutif Tinder, Taru Kapoor, memperkenalkan sebuah sistem unik yang mereka sebut sebagai Social Matching. Dalam sistem ini, pengguna tidak hanya mencari pasangan untuk diri mereka sendiri, tetapi juga bisa berperan sebagai "mak comblang" bagi orang lain. Menariknya, fitur ini memungkinkan komunitas untuk memberikan suara (voting) terhadap kecocokan dua orang yang belum saling mengenal.

Aplikasi Kencan Baru Pakai Sistem Voting
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Kapoor menjelaskan bahwa membantu orang lain menemukan pasangan, meskipun kita tidak mengenal mereka secara pribadi, bisa memberikan kepuasan tersendiri. Melalui Rivet, pengguna dapat memilih peran mereka: menjadi pencari pasangan, menjadi mak comblang, atau menjalankan keduanya sekaligus. Bahkan, mereka yang sudah memiliki pasangan pun bisa ikut berpartisipasi sebagai mak comblang untuk membantu para lajang menemukan koneksi baru.

Mekanisme kerja Rivet cukup canggih. Awalnya, aplikasi akan memasangkan individu berdasarkan preferensi, minat, dan tujuan kencan mereka. Setelah itu, pengguna lain, teman yang diundang, hingga kelompok khusus yang disebut Elite Matchers akan meninjau pasangan tersebut. Mereka akan melihat informasi mengenai kepribadian dan tujuan hubungan, lengkap dengan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menunjukkan visualisasi jika kedua orang tersebut bersama.

Para mak comblang kemudian akan memberikan suara: memberikan ikon hati merah muda jika mereka merasa cocok, atau tanda silang perak jika dianggap tidak serasi. Hasil voting ini kemudian akan membentuk skor Social Matching yang akan ditampilkan kepada calon pasangan tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa persetujuan dari komunitas tidak otomatis membuat dua orang tersebut menjadi pasangan. Pengguna tetap memiliki kendali penuh untuk meninjau profil lengkap calon pasangan dan memutuskan apakah ingin lanjut atau tidak.

Untuk menjaga privasi, Rivet menjamin bahwa proses voting dilakukan secara anonim. Artinya, pengguna tidak akan tahu siapa yang memberikan suara setuju maupun yang memberikan suara tidak setuju.

Menariknya, menjadi mak comblang di Rivet juga bisa menguntungkan secara materi. Pengguna yang aktif membantu mencarikan pasangan akan mendapatkan mata uang dalam aplikasi yang disebut Karma. Poin Karma ini dapat digunakan untuk membuka fitur premium atau, dalam kondisi tertentu, dapat ditukarkan dengan uang tunai atau kartu hadiah.

Inovasi Rivet ini muncul di tengah tren global di mana pemerintah mulai turun tangan membantu warga mencari pasangan. Sebagai contoh, Singapura pernah meluncurkan program untuk menanggung biaya kencan pertama, sementara Prefektur Kochi di Jepang memberikan subsidi bagi warga lajang untuk menggunakan aplikasi kencan. Rivet hadir sebagai angin segar di tengah kejenuhan pengguna terhadap aplikasi kencan konvensional yang seringkali terasa melelahkan.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar