Esportivonews.com – Fenomena horor internet yang bermula dari sebuah gambar sederhana kini telah bertransformasi menjadi salah satu waralaba horor paling ambisius di layar lebar. Setelah kesuksesan film The Backrooms yang memicu banyak pertanyaan di benak penonton, sang sutradara, Kane Parsons, akhirnya memberikan sinyal kuat mengenai kelanjutan narasi mencekam tersebut. Alih-alih sekadar membuat sekuel film biasa, Parsons memiliki visi yang lebih besar untuk menuntaskan misteri labirin tak berujung ini melalui format serial terbatas.
Dunia Backrooms sendiri bermula dari sebuah legenda urban atau creepypasta pada tahun 2019. Ceritanya berpusat pada konsep "noclip" atau tergelincirnya seseorang keluar dari realitas dan terjebak dalam labirin ruang kuning kosong yang tak berujung dan sangat tidak nyaman. Kane Parsons menjadi sosok kunci yang membawa konsep ini ke level berikutnya melalui video bergaya found-footage di YouTube pada tahun 2022, yang berhasil meraup lebih dari 80 juta penayangan.

Kesuksesan digital tersebut membawa Parsons ke studio film ternama, A24, untuk merilis film layar lebar pada Mei 2026. Film tersebut dibintangi oleh aktor kawakan Chiwetel Ejiofor sebagai Clark, seorang pemilik toko furnitur, dan Renate Reinsve sebagai Mary, terapisnya. Meski film tersebut sukses besar di box office, Parsons merasa bahwa durasi film layar lebar tidak cukup untuk menceritakan seluruh esensi dari mitologi Backrooms.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Deadline, Parsons mengungkapkan bahwa ia telah merancang alur cerita yang sangat terstruktur sejak awal. Ia menyebutkan bahwa skenario impiannya adalah menghadirkan sebuah serial terbatas yang mampu membawa penonton menuju "akhir cerita utama" yang sesungguhnya.
"Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa skenario impian saya adalah sebuah serial terbatas untuk Backrooms agar bisa mencapai akhir cerita yang utama," ujar Parsons. Meski ia sangat menjaga kerahasiaan detail mengenai bagaimana akhir dari perjalanan Clark dan Mary, Parsons menegaskan bahwa peta jalan cerita ini sudah ia siapkan dengan matang. Ia mengaku sangat antusias untuk mengeksekusi seluruh rencana yang telah ia susun sejak lama.
Bagi penggemar yang masih bertanya-tanya mengenai akhir film sebelumnya, cerita berakhir dengan sangat menggantung dan traumatis. Penonton disuguhi adegan di mana replika monster dari Clark membunuh karakter aslinya. Sementara itu, Mary berhasil melarikan diri dari labirin, namun ia justru dibawa oleh Async, organisasi misterius yang menyelidiki fenomena tersebut. Adegan penutup memperlihatkan versi terdistorsi dari Mary yang masih terjebak di dalam Backrooms, meninggalkan nasibnya dalam ketidakpastian.
Hingga saat ini, belum ada tanggal rilis resmi mengenai kapan serial terbatas tersebut akan tayang. Namun, pernyataan Parsons memberikan harapan baru bagi para penggemar horor bahwa misteri tentang asal-usul dan cara keluar dari labirin kuning tersebut akan segera terjawab secara tuntas. Apakah ini akan menjadi sekuel atau benar-benar sebuah serial mandiri, para penggemar kini tengah menanti dengan penuh rasa penasaran.







