Esportivonews.com – Dunia kompetitif Call of Duty tengah diguncang oleh sebuah kontroversi besar yang melibatkan salah satu pemain profesional berpengalaman. Dylan "Nero" Koch, yang telah berkecimpung di skena profesional selama delapan tahun, baru-baru ini dilaporkan terkena sanksi penangguhan (ban) dari mode Black Ops 7 Ranked Play. Namun, yang membuat kasus ini menjadi viral bukan sekadar hukuman tersebut, melainkan cara Activision membongkar aktivitas ilegal yang dilakukan sang pemain.
Awalnya, Nero mencoba mengajukan keberatan atas pemblokiran akunnya. Melalui platform X, ia sempat mengunggah tangkapan layar pesan peringatan dari sistem yang menyatakan bahwa akunnya sedang ditinjau dan ditangguhkan sementara dari Ranked Play. Nero bahkan sempat berargumen bahwa pihak pengembang mungkin telah melakukan kesalahan dalam mengidentifikasi akunnya. Ia pun meminta bantuan kepada akun resmi Call of Duty Community Management (CM) untuk memulihkan aksesnya.

Namun, respons yang diberikan oleh pihak Call of Duty justru sangat menohok. Alih-alih memberikan bantuan teknis, akun resmi tim komunitas tersebut justru membalas permintaan Nero dengan sebuah bukti yang tak terbantahkan. Mereka mengunggah kembali sebuah cuitan lama milik Nero—yang sebelumnya telah dihapus—di mana ia secara terang-terangan menawarkan jasa boosting. Dalam layanan tersebut, pemain dapat membayar Nero untuk menaikkan peringkat akun mereka, baik dengan cara Nero memainkan akun tersebut secara langsung maupun dengan cara menemani pemain tersebut agar bisa "digendong" menuju peringkat tinggi.
Menanggapi bukti tersebut, Nero tidak membantah. Ia justru memberikan pembelaan yang cukup kontroversial. Ia berdalih bahwa melakukan boosting adalah caranya bertahan di tengah ekosistem permainan yang menurutnya sudah rusak karena banyaknya pengguna cheat dan hacker. "Saya melakukannya karena setiap lobi penuh dengan peretas dan penipu," tulisnya dalam sebuah utas.
Lebih lanjut, Nero mengakui bahwa motivasi utamanya adalah keuntungan finansial. Ia menyebutkan bahwa banyak orang meraup uang dalam jumlah besar dari praktik ini, sehingga ia memutuskan untuk ikut serta. Ia juga mengklaim bahwa praktik ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan pemain profesional, di mana banyak pemain top yang secara tersirat menawarkan jasa serupa.
Di sisi lain, Activision memiliki kebijakan yang sangat tegas mengenai hal ini. Menurut definisi resmi mereka, boosting dianggap sebagai tindakan eksploitasi permainan demi mendapatkan XP, prestise, skor permainan, level senjata, atau pembukaan fitur dalam gim secara tidak sah. Tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap ketentuan penggunaan layanan mereka.
Kasus ini memicu perdebatan panas di kalangan komunitas. Sebagian pemain justru membela Nero, dengan argumen bahwa pengembang seharusnya lebih fokus memberantas pengguna aimbot yang merajalela daripada menghukum pemain yang hanya mencari uang tambahan. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah sanksi yang diterima Nero akan bersifat permanen atau tidak. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para atlet esports bahwa integritas tetap menjadi prioritas utama di atas keuntungan materi.







