Ponsel Nyala di Bioskop? Kena Semprot!

Bagoes anwar

Ponsel Nyala di Bioskop? Kena Semprot!

eSportivo Fortnite – Siapa sangka, arena pertarungan sesungguhnya kadang bukan di medan perang Battle Royale, melainkan di tempat yang paling tidak terduga: bioskop! Sebuah insiden "epic" yang mengguncang ketenangan AMC Cinema di Burbank, California, pada Selasa, 15 September lalu, sekitar pukul 17.30 sore, telah menjadi perbincangan hangat. Bukan karena film "The Uprising" yang sedang diputar, melainkan karena drama "in-game" yang terjadi di antara penonton. Ini bukan sekadar "griefing" biasa, ini adalah "takedown" yang melibatkan pepper spray!

Ceritanya dimulai 40 menit setelah film periode yang dibintangi Andrew Garfield itu tayang. Seorang "player" kedapatan melanggar "aturan main" bioskop: menggunakan ponsel saat film berlangsung. Meskipun dengan tingkat kecerahan layar yang rendah—seperti mencoba "stealth mode" agar tidak terdeteksi—tindakan ini rupanya memicu "alarm" bagi "player" lain. Matthew Ware, 34 tahun, sang "vigilante" dadakan, langsung melancarkan "verbal warning," meminta ponsel itu dimatikan.

Ponsel Nyala di Bioskop? Kena Semprot!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Namun, "player" ponsel menolak untuk "AFK" dari layarnya. Di sinilah "build battle" verbal berubah menjadi konfrontasi fisik yang tak terduga. Ware, tanpa ragu, mengeluarkan "item taktis" miliknya—sebuah pepper spray—dan langsung menggunakannya! Korban dan dua penonton lain yang berada di "zona ledakan" langsung merasakan efek iritasi, memaksa mereka untuk "exit game" dan mencari bantuan dari staf bioskop. Ware sendiri langsung "ngacir" dari lokasi, meninggalkan kekacauan.

Saksi mata, Joe Rodriguez, yang mungkin merasa seperti sedang menonton "replay" dari insiden tersebut, tak habis pikir. "Ini gila, orang dewasa sampai segitunya," ujarnya seperti dikutip esportivonews.com. "Mereka sudah memberinya kesempatan, dia sudah mencoba bicara baik-baik, tapi ini sungguh tidak bisa diterima." Rodriguez bahkan bercanda, "Jujur saja, filmnya bukan seleraku. Aku lebih terhibur dengan apa yang terjadi daripada filmnya sendiri!" Sebuah "plot twist" yang tak terduga, bukan?

Pihak bioskop, sebagai bentuk "kompensasi" atas pengalaman "toxic" ini, menawarkan "loot" berupa pengembalian tiket untuk semua yang terdampak. Sementara itu, Matthew Ware, sang "player" agresif, akhirnya "di-ban" sementara oleh polisi dan ditangkap atas dugaan penyerangan ringan. Insiden ini meninggalkan pertanyaan: Apakah ini akan menjadi "meta" baru dalam menegakkan etika bioskop? Atau hanya sebuah "glitch" langka dalam sistem sosial kita? Satu hal yang pasti, jangan pernah meremehkan kekuatan "emote" kemarahan di tempat umum!

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar