eSportivo Fortnite – Bersiaplah untuk sebuah plot twist epik yang akan membuat para gamer dan penggemar teknologi geleng-geleng kepala! Sebuah chatbot yang sempat viral dan digadang-gadang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI) canggih, ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih "manusiawi" dari yang kita bayangkan. Setiap respons yang muncul, pada awalnya, berasal dari satu orang saja yang kini mulai kelelahan karena membalas ribuan pesan. Siapa sangka, di balik layar "kecerdasan" ini tersimpan sebuah strategi brilian yang menantang persepsi kita tentang AI!
ChatTJB, nama chatbot ini, memproklamirkan diri sebagai "antarmuka obrolan terkemuka yang didukung oleh AI." Namun, ada sebuah easter egg penting pada papan iklannya: AI di sini adalah singkatan dari "average individual" (individu rata-rata), bukan "artificial intelligence." Paham kan, guys? Ini adalah sebuah meta-game cerdas dari sang kreator!

Sosok di balik layar adalah Tucker Bryant, seorang seniman, pembicara, dan mantan karyawan Google berusia 32 tahun. Dengan dedikasi luar biasa, ia secara manual membalas setiap pesan pengguna melalui sebuah situs web yang dirancang mirip ChatGPT. "Bayangkan ini: ChatGPT, tapi di ujung sana hanya ada saya yang memberikan saran buruk. Secara manual," jelas Bryant dalam sebuah video, menggambarkan "skill" uniknya. Situs web proyek ini bahkan menyebut ChatTJB sebagai "kecerdasan artisanal, dibuat dengan tangan oleh satu manusia," didukung oleh apa yang mereka seistilahkan sebagai "pengalaman bahasa besar operator tunggal."
Bryant meluncurkan chatbot ini bersamaan dengan papan reklame senilai $6.000 di San Francisco pada 27 Juli. Meskipun sebagian iklannya tertutup pohon, foto-fotonya dengan cepat menyebar secara online, memicu gelombang pengguna yang membanjiri situs tersebut. Awalnya, ChatTJB hanya menerima sekitar 50 hingga 100 pertanyaan per hari. Angka itu kemudian melonjak menjadi sekitar 1.000 permintaan harian, sebelum sebuah video Instagram viral menyebabkan lalu lintas meledak hingga mencapai 5.000 permintaan per jam! Ini seperti server crash karena terlalu banyak pemain yang login bersamaan! Namun, siapakah yang menyangka bahwa "skill" individu ini akan diuji hingga batas maksimal, bahkan melampaui ekspektasi?
Bryant mengungkapkan kepada Futurism bahwa ia telah menjawab setiap pesan sampai volume permintaan menjadi mustahil untuk dikelola. Pengguna mengajukan segala macam pertanyaan, mulai dari resep wafel dan ide makan malam hingga saran hubungan dan gambar yang digambar tangan. Meskipun beberapa pengguna hanya ingin trolling, Bryant mengatakan bahwa ChatTJB sendiri "dalam beberapa hal adalah sebuah troll," jadi respons mereka cukup wajar. Bahkan, beberapa pengguna mengingatkannya untuk minum air dan beristirahat setelah mengetahui bahwa ada orang sungguhan di balik respons tersebut. "Beberapa orang hanya ingin mengobrol, bertanya tentang apa yang harus dimasak untuk makan malam, dll. Dan beberapa orang datang dengan masalah kehidupan pribadi mereka, dan sangat menyenangkan untuk berinteraksi dengan mereka," komentarnya.
Bryant menciptakan ChatTJB untuk menantang seberapa mudah orang mempercayai jawaban yang dipoles dari platform AI, bahkan ketika respons tersebut mungkin tidak akurat. Ia menekankan bahwa proyek seni publik ini bukanlah anti-AI, melainkan bertujuan untuk membuat pengguna berpikir lebih kritis tentang informasi yang diberikan oleh chatbot. Ini bukan sekadar lelucon, melainkan sebuah "meta-game" cerdas yang mengajak kita berpikir lebih dalam tentang dunia digital.
Sejak saat itu, lebih dari 1.000 orang telah menawarkan diri untuk membantu menjawab pesan. Bryant kini dengan hati-hati menguji sukarelawan yang disetujui dan alat moderasi, yang berarti ChatTJB mungkin tidak akan selamanya menjadi operasi satu orang. Apakah ini akan menjadi "mode co-op" baru bagi ChatTJB, atau justru membuka babak baru dalam eksperimen sosial digital? Kita tunggu saja update selanjutnya! Aksi cerdas ini mengikuti eksperimen trolling AI lainnya di mana seorang pengembang menyembunyikan prompt Bahasa Inggris Kuno di profil LinkedIn-nya untuk membuat pesan perekrut otomatis terdengar seperti dari abad pertengahan, seperti yang dilaporkan oleh esportivonews.com.







