Ikon Umamusume Berpulang! Kisah Epic Berakhir!

Bagoes anwar

eSportivo Fortnite – Dunia balap kuda dan komunitas game anime dikejutkan dengan kabar duka yang menyelimuti "arena" virtual dan nyata. Tsurumaru Tsuyoshi, kuda balap legendaris yang menjadi inspirasi di balik salah satu karakter favorit di game populer Umamusume: Pretty Derby, telah menghembuskan napas terakhirnya pada usia 31 tahun. Kepergian sang ikon ini bukan hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi para penggemar, tetapi juga menandai berakhirnya sebuah "season" epik bagi kuda yang memiliki kisah hidup se-epik karakternya di dalam game.

Kabar duka ini diumumkan pada 2 Agustus oleh kelompok pendukung setia Tsurumaru Tsuyoshi yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun. Menurut pernyataan awal dari perwakilan Shigeo Nakanishi, kuda perkasa ini meninggal dunia dengan tenang di padang rumputnya sekitar pukul 10:15 pagi waktu setempat. Sebuah akhir yang damai bagi sang veteran yang telah melewati banyak "zone" dan "battle" dalam hidupnya.

Ikon Umamusume Berpulang! Kisah Epic Berakhir!
Gambar Istimewa :

Bagi kalian yang mungkin belum tahu, Umamusume: Pretty Derby adalah game yang memiliki konsep unik: mengubah kuda balap sungguhan menjadi karakter anime yang memukau. Setiap desain dan kepribadian karakter di game ini dirancang untuk mencerminkan perjalanan dan momen-momen penting dalam karier balap kuda aslinya. Ini seperti melihat "skin" baru dari seorang juara sejati, namun dengan sentuhan fantasi anime yang mendalam!

Karakter Tsurumaru Tsuyoshi di Umamusume, yang disuarakan oleh Yoshino Aoyama, digambarkan sebagai pelari yang penuh semangat dengan potensi luar biasa, meskipun tubuhnya seringkali kesulitan mengimbangi tekadnya. Gambaran ini adalah cerminan sempurna dari kuda aslinya, yang memiliki karier menjanjikan namun sering terhambat oleh cedera. Sebuah "buff" yang tidak sempurna, namun tetap berjuang hingga akhir, menunjukkan semangat pantang menyerah yang patut diacungi jempol.

Para penjaga Tsurumaru Tsuyoshi memberikan detail lebih lanjut tentang saat-saat terakhirnya. Seperti rutinitasnya, Tsurumaru Tsuyoshi pergi ke padang rumput. Namun, sekitar satu jam kemudian, ia ditemukan terbaring dan tidak dapat bangun. Dokter hewan segera dipanggil, tetapi upaya perawatan tidak berhasil, dan keputusan sulit untuk melakukan eutanasia pun diambil demi kenyamanan sang kuda. Nakanishi mengungkapkan bahwa Tsurumaru Tsuyoshi tertidur pulas, dikelilingi oleh keluarga Yoshino Farm. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kuda ini selama masa pensiunnya. "Tsurumaru Tsuyoshi bisa pergi ke padang rumput hingga akhir hayatnya dan menikmati rumput segar sampai sehari sebelumnya," tulis Nakanishi dalam pernyataannya yang diterjemahkan dari bahasa Jepang.

Sebagai bentuk penghormatan, kelompok pendukung telah menyiapkan area khusus di Yoshino Farm bagi para penggemar yang ingin meninggalkan bunga. Namun, mereka juga meminta agar tidak menghubungi peternakan secara langsung, menjaga privasi keluarga di tengah duka.

Akun resmi Umamusume Jepang juga turut menyampaikan belasungkawa, mengakui peran Tsurumaru Tsuyoshi sebagai inspirasi karakter mereka. "Kami menyampaikan belasungkawa kepada semua yang terlibat dan dengan tulus berdoa untuk ketenangan kuda balap hebat ini," bunyi pernyataan yang diterjemahkan.

Lahir pada 6 April 1995, Tsurumaru Tsuyoshi adalah putra dari kuda balap legendaris Symboli Rudolf. Menurut catatan resmi JRA, ia memenangkan lima dari sebelas balapannya, termasuk Asahi Challenge Cup dan Kyoto Daishoten pada tahun 1999. Kemenangan di Kyoto Daishoten ini sangat ikonik, karena ia berhasil mengalahkan beberapa kuda yang juga kemudian menjadi karakter penting di Umamusume, seperti Special Week, Mejiro Bright, T.M. Opera O, dan Stay Gold. Bayangkan saja, sebuah "battle royale" epik di dunia nyata yang kemudian diabadikan dalam sebuah game, menunjukkan betapa sengitnya persaingan di masanya!

Sayangnya, karier balapnya harus berakhir setelah ia mengalami cedera serius pada kaki kiri depannya selama Arima Kinen tahun 2000. Setelah pensiun dari balapan, ia sempat bertugas sebagai kuda utama di Kyoto Racecourse sebelum menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dengan damai di Yoshino Farm di Miyazaki.

Setelah pemiliknya meninggal pada tahun 2011, Nakanishi membentuk Tsurumaru Tsuyoshi Association untuk membantu mendanai perawatan kuda ini. Kelompok tersebut kemudian melaporkan peningkatan perhatian yang signifikan setelah Tsurumaru Tsuyoshi diperkenalkan kepada generasi penggemar baru melalui Umamusume. Ini menunjukkan bagaimana sebuah game bisa menghidupkan kembali kisah seorang legenda dan memastikan warisannya terus dikenang. Sebuah "revive" yang luar biasa dari dunia digital ke dunia nyata, membuktikan kekuatan komunitas dan media modern!

Kisah Tsurumaru Tsuyoshi adalah pengingat bahwa di balik setiap karakter game yang kita cintai, seringkali ada inspirasi nyata dengan cerita yang tak kalah mendebarkan. Kepergiannya mungkin menyisakan kesedihan, tetapi warisannya akan terus hidup, baik di hati para penggemar balap kuda maupun di layar game Umamusume. GG, Tsurumaru Tsuyoshi. Kamu adalah juara sejati! Berita ini dilaporkan oleh esportivonews.com.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar