eSportivo Fortnite – Dunia streaming memang penuh kejutan, tapi kali ini, drama yang menimpa streamer kontroversial ChudTheBuilder, atau nama aslinya Dalton Eatherly, bukan lagi soal "epic win" atau "fail compilation" di layar kaca. Kabar terbaru dari balik jeruji besi menyebutkan ia kini terjebak dalam kondisi yang jauh dari kata nyaman: sel penahanan tanpa ranjang, lantai yang konon "berkubang kencing," dan jeritan tanpa henti dari narapidana lain. Ini bukan lagi sekadar "zona bahaya," ini adalah level kesulitan tertinggi di dunia nyata!
Pada bulan Mei lalu, Eatherly, yang berusia 28 tahun, menghadapi "badai" hukum yang serius. Ia ditangkap dan didakwa dengan percobaan pembunuhan setelah insiden penembakan di luar Gedung Pengadilan Montgomery County di Clarksville, Tennessee. Daftar dakwaan yang mengikutinya pun tak kalah berat: penggunaan senjata api dalam kejahatan berbahaya, penyerangan yang diperparah, dan tindakan membahayakan secara sembrono dengan senjata mematikan. Sebuah "loadout" dakwaan yang bisa mengakhiri karir siapa pun.

Sebelum insiden ini, ChudTheBuilder sudah dikenal sebagai "player" yang gemar mencari perhatian dengan cara kontroversial. Ia sering mengunggah video dirinya menggunakan ujaran kebencian rasial dan menantang orang untuk berkelahi. Reputasinya ini seolah menjadi "skin" yang melekat erat pada dirinya. Tak hanya itu, ia juga tersangkut kasus lain di Nashville, termasuk dugaan menolak berhenti livestreaming di dalam restoran dan menolak membayar tagihan hampir $400. Sebuah "glitch" yang berujung pada pencabutan jaminan di pertengahan Juni, setelah detail baru tentang insiden penembakan terungkap.
Sejak saat itu, akun X (sebelumnya Twitter) miliknya, yang kini dikelola oleh tunangannya, Alexis, menjadi "battle pass" bagi para penggemar dan pembenci untuk mengikuti perkembangan kondisinya. Alexis mengklaim bahwa ChudTheBuilder ditahan di sel penahanan di ruang booking Davidson County tanpa ranjang, tanpa selimut, dengan genangan urine orang lain di lantai, dan jeritan tanpa henti selama 25 jam. Mengapa kondisi seburuk ini? Menurut Alexis, ini semua agar Jaksa Penuntut Umum bisa mengklaim "tidak pernah menerima mosi" dan menunda sidang hingga 6 Agustus. Sebuah taktik yang membuat banyak orang bertanya-tanya, "Apakah ini bagian dari strategi ‘meta’ mereka?"
Alexis juga menegaskan bahwa Eatherly masih ditahan tanpa jaminan atas tuduhan pelanggaran ringan terkait tagihan restoran, padahal ia hanya disajikan makanan pembuka dan diminta pergi. Ia berargumen bahwa ini adalah pelanggaran yang tidak dapat ditangkap dan bahkan tidak dilakukan di hadapan petugas. Sebuah "bug" dalam sistem hukum yang membuat para pendukungnya geram. Pada 12 Juli, Alexis sempat berharap Eatherly akan dibebaskan dalam beberapa hari, namun harapan itu pupus.
Jika terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman maksimal, streamer ini bisa menghadapi "game over" yang sangat panjang: hingga 56 tahun penjara, ditambah denda mencapai $78.000 sebelum biaya pengadilan atau restitusi. Sebuah "penalty" yang sangat berat. Kisah ChudTheBuilder ini mengingatkan kita pada kasus streamer Johnny Somali, yang juga dikabarkan ditahan dalam kondisi "neraka" di Korea Selatan, hanya dengan 30 menit waktu di luar ruangan. Akankah ini menjadi tren baru bagi para streamer yang melanggar batas? Hanya waktu yang akan menjawab, dan kita akan terus memantau "replay" dari drama hukum ini di esportivonews.com.







