eSportivo Fortnite – Siap-siap, para Survivors! Medan pertempuran digital baru saja menyaksikan kemunculan seorang ‘player’ tak terduga yang dijuluki ‘Pembunuh Berantai Nyamuk’ oleh komunitas. Ya, di tengah hiruk pikuk tren viral, seorang kreator TikTok dengan nama Fatsocat berhasil ‘mengumpulkan’ lebih dari 623.000 pengikut dan 28 juta ‘like’ dengan ‘strategi’ konten yang benar-benar di luar nalar: mendokumentasikan eksperimen aneh pada serangga kecil ini dan mengabadikan ‘korban-korbannya’ dalam sebuah buku catatan.
Alih-alih sekadar ‘men-swat’ atau ‘menghilangkan’ nyamuk secara instan, Fatsocat memilih ‘taktik’ yang lebih ‘brutal’ dan terstruktur. Ia menangkap mereka hidup-hidup, lalu ‘menguji’ ketahanan mereka dengan serangkaian ‘tantangan’ ekstrem. Bayangkan saja, larva nyamuk dihadapkan pada racun tikus, cairan stik glow, bahkan ada ‘pertarungan’ epik antara nyamuk dewasa melawan laba-laba peniru semut! Setiap ‘misi’ ini, yang beberapa di antaranya telah mencapai 19 juta penayangan, selalu berakhir dengan ‘eksekusi’ yang semakin ‘menyeramkan’. Apakah ini sekadar konten, atau ada ‘masterplan’ di balik setiap ‘eksekusi’ ini?

Dan inilah ‘level up’ yang paling bikin merinding: setelah setiap ‘pertarungan’ usai, ‘subjek’ eksperimennya akan ‘diabadikan’ dalam sebuah buku catatan yang terus bertambah. Buku harian ‘koleksi’ nyamuk ini sontak memicu perbandingan dengan serial ‘Dexter’, di mana sang karakter utama juga memiliki ritual aneh dengan ‘korban-korbannya’. Ini bukan lagi sekadar membasmi hama, ini adalah ‘galeri trofi’ yang mengerikan. Mungkinkah ini awal dari ‘meta’ baru dalam konten serangga, ataukah sebuah ‘glitch’ dalam realitas digital kita?
Dalam salah satu ‘highlight’ videonya yang paling viral, Fatsocat ‘menjebak’ seekor nyamuk dalam jarum suntik setelah membiarkannya ‘mengisi ulang’ perutnya dengan darahnya sendiri. Setelah sebagian besar udara dikeluarkan, ia ‘menambahkan’ asap rokok ke dalam bilik. Percobaan pertama gagal, tapi ‘player’ ini gigih. "Nyamuk itu sedikit berjuang," narasi Fatsocat dengan tenang. "Merasa pusing itu normal pada titik ini, dan tertidur juga." Setelah nyamuk itu tak bergerak, ia membuka buku catatannya dan ‘menempelkannya’ di halaman, bergabung dengan ‘rekannya’ yang lain.
Video ‘misi’ lainnya dimulai dengan Fatsocat mengumumkan "hari ketiga menangkap nyamuk" sebelum menempatkan sekelompok nyamuk dalam wadah dengan obat nyamuk bakar yang menyala. "Setelah menghirup dalam jumlah besar, nyamuk-nyamuk itu benar-benar kehilangan kemampuan bergerak," jelasnya dengan nada datar. "Saya diam-diam membuka buku catatan saya ke halaman terakhir." Kemudian, ia ‘mengungkapkan’ halaman-halaman yang penuh dengan puluhan nyamuk yang diawetkan, masing-masing terperangkap di bawah selotip bening dan dilengkapi tanggal tulisan tangan. Entri yang terlihat dalam video menunjukkan rentang waktu dari 30 Mei hingga 24 Juni, mengisyaratkan bahwa ‘koleksi’ ini telah ‘bertumbuh’ jauh lebih lama dari yang ia sebutkan. Siapakah ‘bos terakhir’ dalam saga perang nyamuk ini? Ataukah ‘game’ ini takkan pernah berakhir?
Pengungkapan ‘arsenal’ ini membantu video-video tersebut menyebar melampaui TikTok. Sebuah kompilasi yang dibagikan ke Reddit pada 17 Juli ‘meledak’ dengan lebih dari 31.000 ‘upvote’ dan 2.600 komentar dalam sehari sebelum akhirnya ‘dihapus’ oleh moderator. Komunitas ‘gaming’ dan netizen terpecah belah antara terkejut, terhibur, dan sedikit ketakutan.
"Tidak ada tanda-tanda," canda komentar paling populer, sementara penonton lain mengatakan kreator itu "mirip Dexter". Yang lain sangat terganggu dengan pilihan katanya. "Bagian ‘diam-diam membuka buku catatan saya’ itu," tulis seseorang. "Tidak ingin terlalu keras agar tidak membangunkan entri terbaru." "Jujur, ini perilaku pembunuh berantai yang sah," kata yang lain, sementara seorang penonton mengakui bahwa ‘koleksi’ ini telah mencapai hal yang tampaknya mustahil: "Tidak pernah terpikir saya akan merasa kasihan pada nyamuk, tapi ini berhasil."
Fenomena viral Fatsocat ini mengikuti jejak YouTuber Rusty Cage yang menghabiskan berminggu-minggu ‘bereksperimen’ pada kutu Lone Star yang ia ambil dari tubuhnya sendiri. Cage mencoba ‘mengeliminasi’ parasit tangguh itu dengan menenggelamkan dan membekukannya, namun kutu itu berulang kali ‘bertahan’ dari ‘ujiannya’. Ini menunjukkan betapa ‘unik’ dan ‘ekstremnya’ konten yang bisa ‘menembus’ ‘meta’ media sosial saat ini. Apakah kita sedang menyaksikan ‘level’ baru dalam ‘permainan’ konten viral? Hanya waktu yang akan menjawabnya di esportivonews.com.







