eSportivo Fortnite – Siapa sangka, di tengah hiruk pikuk komunitas gaming yang sedang "rage quit" massal atas keputusan Sony mengakhiri era game fisik PlayStation, bos besar GameStop, Ryan Cohen, justru tampil santai bak pro player yang baru saja meraih Victory Royale. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Chairman dan CEO GameStop ini dengan tegas menyatakan bahwa pergeseran ke digital "sama sekali tidak penting" bagi perusahaannya. Sebuah plot twist yang epic, bukan?
Keputusan Sony yang diumumkan awal Juli lalu memang mengguncang jagat gaming. Mulai Januari 2028, mereka akan berhenti memproduksi disc untuk semua game PlayStation baru. Ini adalah langkah monumental menuju masa depan gaming digital-only, dan reaksi para gamer yang masih ingin "memiliki" game mereka, bukan sekadar "menyewa lisensi," langsung membanjiri media sosial dengan petisi dan protes. Banyak yang berharap GameStop, sebagai raksasa ritel game fisik, akan ikut menyuarakan kekhawatiran. Tapi, Cohen justru memberikan headshot tak terduga pada ekspektasi tersebut.

Mengapa Bos GameStop Tak Panik Hadapi Kiamat Disc?
Saat berbicara di Bloomberg Tech, Cohen menepis dampak keputusan Sony, menyebut seluruh pergeseran ini "benar-benar, benar-benar tidak relevan" bagi GameStop. Ini bukan sekadar omongan kosong, melainkan strategi yang sudah terencana matang. Cohen menjelaskan bahwa penjualan game fisik kini hanya menyumbang porsi kecil dari total bisnis mereka. Ini adalah meta game baru GameStop, di mana mereka telah menemukan power-up rahasia.
Lalu, dari mana pundi-pundi uang GameStop sebenarnya mengalir saat ini? Jawabannya ada pada koleksi! Produk-produk koleksi seperti kartu perdagangan (trading cards) dan produk Pokemon telah meroket menjadi sumber pendapatan terbesar perusahaan, sementara penjualan software game terus menyusut. Ini bukan lagi sekadar "loot" sampingan, melainkan main loot mereka.
Fakta ini bukan kejutan mendadak. Awal tahun ini, GameStop melaporkan bahwa penjualan koleksi menyumbang 29% dari total penjualan kuartal pertama mereka, mengalahkan penjualan software video game. Cohen sendiri secara terbuka menggambarkan kartu perdagangan sebagai "natural extension" dari akar bisnis GameStop yang memang berkutat di jual-beli-tukar (buy-sell-trade). Ini menunjukkan bagaimana GameStop berevolusi, memanfaatkan fondasi lamanya untuk membangun strategi baru yang lebih tangguh di era digital.
Namun, Cohen tidak hanya berhenti di situ. Dia tampaknya mengincar ultimate victory yang jauh lebih besar. Sebuah kisi-kisi menarik yang mungkin terlewat adalah ambisinya yang melampaui ritel tradisional. Sebelumnya, ia pernah mengajukan tawaran tak terduga senilai $56 miliar untuk membeli eBay, meskipun perusahaan e-commerce tersebut menolaknya sebagai tawaran yang "tidak kredibel maupun menarik." Ini menunjukkan bahwa pandangan Cohen jauh melampaui sekadar penjualan disc game, ia melihat lanskap bisnis yang lebih luas dan siap untuk "battle royale" di arena yang berbeda.
Sikap santai Cohen ini sangat kontras dengan reaksi industri lainnya. Ratusan ribu gamer telah menandatangani petisi yang memohon Sony untuk mempertahankan disc fisik, dan bahkan legenda industri seperti Hideo Kojima telah memperingatkan tentang masa depan digital-only yang "mengerikan." Namun, bagi GameStop di bawah kepemimpinan Cohen, sepertinya mereka sudah siap untuk "drop" di zona aman yang berbeda, jauh dari medan pertempuran disc fisik yang mulai usang. Ini adalah babak baru bagi GameStop, dan kita semua penasaran bagaimana gameplay mereka selanjutnya di masa depan gaming yang serba digital, seperti yang diberitakan oleh esportivonews.com.







