eSportivo Fortnite – Dunia maya kembali digemparkan oleh "gameplay" yang sama sekali tidak sportif dan melanggar semua aturan kemanusiaan. Seorang pria di Houston, yang diidentifikasi sebagai Christopher Cayce (34), kini menghadapi dakwaan serius setelah diduga melakukan "serangan" brutal terhadap tunawisma dan penyandang disabilitas menggunakan senjata air berdaya tinggi. Bukan hanya itu, aksi keji ini bahkan ia rekam dan unggah ke media sosial, seolah ini adalah "highlight reel" dari sebuah pertandingan.
Cayce dilaporkan mengemudi berkeliling, menjadikan pejalan kaki di trotoar, mereka yang berdiri di median jalan, atau bahkan yang terbaring di pinggir jalan sebagai "target" empuk. Senjata pilihannya? Sebuah pistol air motor Spyra, yang diiklankan sebagai yang terkuat di dunia. Ironisnya, pabrikan senjata itu sendiri secara eksplisit memperingatkan penggunanya untuk tidak menembakkan ke wajah atau mata karena tekanan air yang dihasilkan sangat berbahaya. Ini bukan sekadar mainan, melainkan alat yang bisa menyebabkan cedera serius, jauh dari "prank" biasa yang sering kita lihat.

Dalam beberapa "video replay" yang ia unggah ke akun Facebook dan YouTube-nya, Cayce bahkan menunjukkan "taktik" liciknya. Ia diduga memancing para korbannya mendekat ke mobilnya dengan menawarkan uang atau makanan, hanya untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke wajah mereka saat mereka mendekat. Sebuah strategi yang keji dan memanfaatkan kerentanan orang lain demi konten. Tim Kejahatan Utama dan Penindasan Kejahatan Westside HPD (Kepolisian Houston) tidak tinggal diam. Setelah menyelidiki berbagai laporan, mereka akhirnya mendakwa Cayce atas tuduhan penyerangan yang menyebabkan cedera fisik.
Perjalanan Cayce menuju "game over" dimulai ketika ia awalnya dihentikan dan ditahan di Penjara Harris County karena mengemudi tanpa plat nomor dan kaca film ilegal. Sebuah "side quest" yang tak terduga, namun membuka jalan bagi "main quest" yang lebih besar. Setelah itu, ia didakwa dengan dua tuduhan penyerangan ringan yang menyebabkan cedera tubuh terkait insiden pada 4 Juni. Meskipun sempat dibebaskan dengan jaminan tanpa uang tunai, Cayce justru kembali berulah. Ia mengunggah video lanjutan, mengklaim dirinya "dijebak" dan bahwa insiden tersebut "hanya air." Sebuah pembelaan yang kontras dengan peringatan produsen senjata itu sendiri, bukan? Informasi ini pertama kali diungkap oleh esportivonews.com.
Insiden ini bukan kali pertama seseorang ditangkap karena menargetkan orang lain dengan pistol air. Sebelumnya, seorang remaja 14 tahun pernah ditangkap dua kali dalam seminggu karena berulang kali menolak berhenti menyemprotkan air ke publik, bahkan setelah penangkapan pertamanya. Ini menunjukkan bahwa apa yang mungkin dianggap "lelucon" oleh sebagian orang, bisa berujung pada konsekuensi hukum serius dan penderitaan bagi korbannya. Aksi semacam ini, jauh dari semangat kompetisi yang sehat ala Fortnite, justru mencerminkan perilaku predator yang harus dihentikan.







