eSportivo Fortnite – Arena streetwear kembali memanas dengan "badai" kritik yang menerjang RIPNDIP, merek yang dikenal dengan maskot kucing nakalnya, Lord Nermal. Kali ini, bukan karena "nerf" pada desain baru, melainkan karena laporan hak cipta yang dilayangkan kepada seorang seniman independen. Insiden ini memicu tuduhan bahwa RIPNDIP telah membangun reputasinya dengan "meloot" karya kreator kecil tanpa memberikan kredit atau kompensasi yang layak.
"Pemain utama" dalam drama ini adalah ilustrator Tim, yang dikenal di dunia maya sebagai Pigeonchild. Ia terkejut saat mengetahui desain kucingnya yang unik tiba-tiba "dihapus" dari platform Redbubble. Penghapusan ini menyusul keluhan hak cipta yang diajukan oleh RIPNDIP pada 26 Juni 2026. Respons Tim langsung "viral" dan "meledak", mengumpulkan 2,2 juta tayangan dan 20.000 suka, menunjukkan kekuatan "squad" komunitas di belakangnya.

RIPNDIP, melalui akun resminya, hanya memberikan balasan singkat yang terasa seperti "emote" provokatif: "Hormati yang lebih tua." Tak lama setelah itu, akun mereka "diskors" sebelum akhirnya "di-restore" pada 27 Juni. Sebuah "epic fail" komunikasi yang justru memicu lebih banyak amarah dan pertanyaan tentang etika merek tersebut.
Bagi banyak "player" di dunia maya, insiden ini bukan lagi kejutan, melainkan konfirmasi dari "lore" lama. Lord Nermal, maskot kucing putih RIPNDIP yang ikonik, ternyata diciptakan oleh seniman Jayme Lemperle, yang kini tidak lagi terafiliasi dengan merek tersebut di bawah kondisi yang selalu menjadi "misteri" dan perdebatan di kalangan orang-orang yang tahu awal mula perusahaan. Apakah ini hanya puncak gunung es dari praktik yang sudah lama?
Lebih jauh, beberapa desainer independen sebelumnya juga menuduh perusahaan ini menggunakan karya mereka untuk produksi massal tanpa kredit. Alih-alih melakukan "damage control" yang efektif, respons RIPNDIP terhadap "badai" kritik justru memperparah keadaan. Setelah kembali ke X, mereka mengubah foto profil menjadi karya seni Tim yang dipermasalahkan dan segera "menggoda" dengan "drop" merchandise edisi terbatas baru. Ini seolah-olah mereka mencoba "meloot" keuntungan langsung dari kontroversi yang mereka ciptakan sendiri. Sebuah strategi yang berisiko tinggi dan bisa jadi "GG" untuk reputasi mereka.
esportivonews.com telah menghubungi Pigeonchild untuk meminta komentar lebih lanjut mengenai "battle" ini.
Ini bukan kali pertama sebuah merek besar memicu kemarahan publik karena "menyerang" seniman independen. Pada tahun 2022, Riot Games juga meminta maaf setelah mengeluarkan "takedown" terhadap seniman kecil yang karyanya sama sekali tidak berhubungan dengan properti intelektual mereka. Namun, respons komunitas jauh lebih memaafkan mengingat permintaan maaf yang cepat. Apakah RIPNDIP akan mengikuti jejak Riot, ataukah mereka akan terus "bermain api" dengan komunitas yang mendukung seniman independen?







