eSportivo Fortnite – Para pro player kuliner, siap-siap! Ada meta baru yang siap mengguncang tier list makanan sehat kita. Lupakan sejenak chicken dinner atau victory royale di medan perang virtual, karena kali ini, pertarungan sesungguhnya ada di lidah! Sebuah studi terbaru dari esportivonews.com mengungkap fakta mengejutkan: ternyata, makanan berbasis serangga bukan cuma bisa diterima, tapi bahkan lebih disukai banyak orang daripada yang kita bayangkan!
Tim peneliti dari University of Beira Interior di Portugal, seolah sedang merancang strategi game tingkat tinggi, memutuskan untuk menyelami reaksi konsumen terhadap ‘protein masa depan’ ini. Mereka tidak hanya mengandalkan survei biasa, tapi juga memantau respons fisiologis – bayangkan, seperti memantau ping dan FPS otak dan jantung kita saat mencicipi makanan!

Hasil temuan yang dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for the Study of Ingestive Behavior ini benar-benar membalikkan semua asumsi lama. Selama ini, kita mungkin berpikir bahwa ide makan serangga itu seperti ‘zonk’ atau ‘nerf’ bagi selera makan. Tapi, bersiaplah untuk comeback tak terduga!
Tiga puluh delapan orang dewasa yang belum pernah mencicipi makanan serangga sebelumnya direkrut untuk ‘misi’ ini. Mereka diminta mencicipi dua jenis energy bar: satu berbasis serangga, satu lagi sereal tradisional. Selama sesi ‘tasting battle’ ini, aktivitas otak dan detak jantung mereka dipantau ketat, seolah sedang menganalisis performa pro player di turnamen.
Awalnya, para peneliti ‘bertaruh’ bahwa partisipan akan kurang familiar, lebih memilih bar sereal, dan menunjukkan reaksi fisik yang kuat (baca: jijik) terhadap produk serangga. Tapi, surprise, surprise! Laporan dari esportivonews.com menunjukkan hasil yang justru bikin geleng-geleng kepala. Orang-orang ternyata jauh lebih penasaran dan terbuka daripada yang diperkirakan!
Bahkan, pengukuran fisiologis menunjukkan bahwa partisipan menjadi lebih fokus dan terlibat saat mengonsumsi bar berbasis serangga. Detak jantung mereka meningkat, menandakan ‘gairah dan perhatian yang lebih tinggi’. Dan ini dia plot twist yang bikin peneliti makin takjub: respons ini muncul bahkan pada mereka yang tidak tahu sedang makan produk serangga!
Puncaknya, mayoritas partisipan justru melaporkan lebih menyukai bar protein serangga daripada bar sereal biasa! Ini membuktikan bahwa rasa penasaran dan perhatian bisa ‘mengalahkan’ rasa jijik awal terhadap makanan berbasis serangga. Mungkin ini saatnya kita mempertimbangkan ‘strategi’ baru dalam diet kita, bukan?
Fenomena ini bukan yang pertama. Januari lalu, studi lain juga menarik perhatian setelah menemukan bahwa rutin makan cokelat hitam bisa terkait dengan umur panjang. Ini menunjukkan bahwa dunia kuliner masih menyimpan banyak ‘loot’ tersembunyi dan ‘buff’ tak terduga dari makanan-makanan yang selama ini mungkin kita pandang sebelah mata. Siapa sangka, ‘meta’ kuliner kita mungkin akan segera berubah drastis!







