eSportivo Fortnite – Arena gaming global kembali diguncang oleh kabar mengejutkan yang terasa seperti plot twist paling brutal dalam sebuah game survival. Xu Yao, mantan eksekutif Yoozoo Games, kini telah mencapai ‘game over’ terakhirnya. Ia dieksekusi setelah terbukti menjadi dalang di balik kematian tragis Lin Qi, sang visioner di balik Yoozoo Games dan salah satu produser eksekutif kunci adaptasi Netflix yang fenomenal, ‘3 Body Problem’. Sebuah drama nyata yang lebih gelap dari fiksi, di mana ambisi beracun berujung pada hukuman mati.
Lin Qi, sang arsitek di balik Yoozoo Games sejak 2009, berhasil membangun kerajaan game yang dikenal luas, bahkan memiliki koneksi epik dengan ‘Game of Thrones: Winter Is Coming’. Namun, warisan terbesarnya mungkin adalah visinya untuk membawa trilogi sci-fi legendaris Liu Cixin, ‘Remembrance of Earth’s Past’ – yang lebih dikenal sebagai ‘3 Body Problem’ – ke layar kaca. Ia adalah kekuatan pendorong di balik adaptasi Netflix yang baru tayang Maret 2024, sebuah proyek ambisius yang sayangnya harus ia saksikan dari alam baka.

Menurut laporan dari Securities Times Tiongkok, Xu Yao dieksekusi pada 21 Mei 2026, setelah seluruh proses hukum mencapai ‘final approval’. Sebuah pernyataan dari Three-Body Universe, entitas yang terkait erat dengan waralaba sci-fi tersebut, menegaskan bahwa kasus yang menyelimuti Lin Qi kini telah ditutup, dan keadilan telah ditegakkan. Ini adalah akhir dari sebuah saga hukum yang panjang, yang dimulai dengan vonis mati pada 22 Maret 2024 oleh Pengadilan Menengah Rakyat Pertama Shanghai.
Detail-detail di balik plot pembunuhan ini sungguh mengerikan, seolah diangkat dari skenario thriller paling gelap. Associated Press melaporkan bahwa Xu meracuni Lin pada Desember 2020, dipicu oleh perselisihan sengit terkait pengelolaan bisnis. Lin, yang baru berusia 39 tahun, menghembuskan napas terakhirnya sekitar 10 hari kemudian. Namun, ini bukan sekadar insiden tunggal. Pengadilan juga mengungkapkan bahwa empat individu lain jatuh sakit setelah Xu menyebarkan racun ke dalam minuman di kantor Yoozoo antara September hingga Desember 2020. Beruntung, mereka berhasil selamat dari serangan mematikan ini.
Media Tiongkok, seperti Caixin, melukiskan gambaran yang jauh lebih gelap dan terencana. Xu Yao, terinspirasi oleh serial ‘Breaking Bad’, membangun laboratorium rahasia di pinggiran Shanghai. Ia menjelajahi ‘dark web’ untuk mendapatkan berbagai toksin mematikan, bahkan melakukan uji coba pada hewan sebelum menyamarkan zat-zat berbahaya itu sebagai pil probiotik. Sebuah strategi yang dingin dan perhitungan yang menakutkan, menunjukkan level ‘mastermind’ dalam kejahatan ini.
Laporan lain juga mengisyaratkan bahwa aksi keji ini terjadi setelah Xu disisihkan dari operasi kunci yang terkait dengan proyek ‘3 Body Problem’. Xu sebelumnya memimpin The Three-Body Universe, anak perusahaan Yoozoo yang bertanggung jawab atas bisnis waralaba sci-fi tersebut. Sebuah perebutan kekuasaan yang berujung pada tragedi, di mana ambisi pribadi mengalahkan segalanya.
Lin Qi mulai merasakan sakit pada 16 Desember 2020, dan hanya dua hari kemudian, Xu Yao ditahan oleh polisi Shanghai. Lin menghembuskan napas terakhirnya pada Hari Natal tahun yang sama, bertahun-tahun sebelum adaptasi Netflix dari waralaba impiannya akhirnya tayang perdana. Ironisnya, vonis mati dijatuhkan hanya sehari setelah Netflix merilis ‘3 Body Problem’ Musim 1, seolah menutup lingkaran takdir tragis ini tepat saat proyek terbesar Lin mencapai panggung global, seperti yang dilaporkan oleh esportivonews.com.







