Chud The Builder: Dari Layar ke Balik Jeruji!

Bagoes anwar

Chud The Builder: Dari Layar ke Balik Jeruji!

eSportivo Fortnite – Dunia streaming, yang biasanya dipenuhi tawa dan aksi epik, kini diguncang oleh drama di dunia nyata yang tak kalah menegangkan. Streamer kontroversial, Chud the Builder, yang nama aslinya Dalton Eatherly, kini menghadapi "zona badai" hukum yang serius. Namun, bukan hanya Eatherly yang merasakan tekanan; pengacara pembelanya, Jake Fendley, melaporkan bahwa kantornya telah dibanjiri "serangan" kebencian, mulai dari panggilan telepon hingga email, sejak ia memutuskan untuk mengambil kasus ini. Ini bukan sekadar "toxic chat" biasa, melainkan gelombang kemarahan yang meluas ke ranah offline.

Eatherly sendiri saat ini tengah menanti "match" berikutnya di pengadilan pada 21 Mei, menghadapi serangkaian tuduhan berat, termasuk percobaan pembunuhan. Insiden mengerikan ini terjadi pada 13 Mei 2026, ketika ia diduga menembak seorang pria di luar Gedung Pengadilan Montgomery County di Clarksville, Tennessee. Dengan jaminan yang dipatok fantastis, yaitu $1.25 juta USD, Eatherly masih "terjebak" di balik jeruji besi, belum berhasil mengumpulkan "loot" yang cukup untuk membayar jaminan tersebut hingga sidang obligasi beberapa hari ke depan.

Chud The Builder: Dari Layar ke Balik Jeruji!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Sifat konten Eatherly yang sering memicu kontroversi memang sudah lama "meresahkan" komunitas online. Dari lontaran kata-kata kasar hingga tantangan berkelahi, ia kerap memancing amarah. Namun, kali ini, "badai" kemarahan publik beralih arah, langsung menghantam tim pembelanya. Jake Fendley, seorang pengacara pembela kriminal di Clarksville, Tennessee, mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah pernyataan kepada People pada 19 Mei. Ia menyebut kantornya menerima "panggilan telepon dan email penuh kebencian" dari mereka yang memprotes tindakan Eatherly.

"Seluruh firma saya disebut ‘rasis’," tulis Fendley. "Saya kecewa, mengingat sejarah dan dedikasi saya kepada klien-klien saya, yang mencakup orang-orang dari semua warna kulit." Fendley menegaskan bahwa perannya sebagai pengacara pembela kriminal adalah untuk mewakili siapa pun, terlepas dari ras, agama, ideologi, atau tuduhan yang mereka hadapi. Ia bahkan membagikan kisah panjang tentang sejarah keluarganya yang mendukung komunitas kulit berwarna di wilayah mereka, menekankan bahwa ia tidak akan gentar atau dibungkam oleh opini publik saat membela hak konstitusional setiap warga negara. Ini adalah "build" pertahanan yang kokoh dari seorang pengacara yang bertekad.

Eatherly sendiri menghadapi empat dakwaan kriminal: percobaan pembunuhan, penggunaan senjata api dalam kejahatan berbahaya, penyerangan yang diperparah, dan tindakan membahayakan dengan senjata mematikan. Semua ini adalah "level" tantangan yang sangat tinggi. Sidang obligasi Eatherly dijadwalkan pada 21 Mei, diikuti oleh sidang pendahuluan pada 26 Mei. Pertanyaan besar yang menggantung adalah bagaimana "gameplay" kontroversialnya di masa lalu akan memengaruhi jalannya persidangan ini, dan apakah tim pembelanya mampu melakukan "clutch" di tengah tekanan publik yang luar biasa. Para pengamat eSportivoNews.com akan terus memantau setiap "zona" persidangan ini.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar