Streamer Kontroversial Johnny Somali Dipenjara!

Bagoes anwar

Streamer Kontroversial Johnny Somali Dipenjara!

eSportivo Fortnite – Dunia streaming kembali dihebohkan dengan vonis penjara yang dijatuhkan kepada Johnny Somali di Korea Selatan. Streamer kontroversial ini dinyatakan bersalah atas semua dakwaan yang diajukan kepadanya, mengakhiri saga hukum yang penuh drama dan kontroversi.

Kasus Johnny Somali memang menjadi sorotan media internasional. Tingkah lakunya yang seringkali melampaui batas, mulai dari menari tidak pantas di depan patung penghormatan korban perbudakan seks hingga membuat keributan di berbagai tempat umum, membuatnya berurusan dengan hukum Korea Selatan.

 Streamer Kontroversial Johnny Somali Dipenjara!
Gambar Istimewa : www.dexerto.com

Dalam persidangan, Somali sempat membuat hakim geram dengan menyebut hukum yang berlaku "tidak adil". Ia membandingkan kasusnya dengan streamer Korea lain yang melakukan hal serupa namun tidak mendapat hukuman. Namun, pembelaan tersebut tidak membuahkan hasil.

Jaksa penuntut umum menuntut hukuman tiga tahun penjara dengan kerja paksa. Ibunda Somali bahkan sampai mengajukan petisi memohon keringanan hukuman. Namun, hakim memutuskan lain.

Menurut pengacara dan YouTuber Legal Mindset, yang mengikuti persidangan ini sejak awal, Somali dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, termasuk kasus Deepfake yang membawa hukuman terberat.

Dengan vonis ini, Somali akan mendekam di penjara khusus dengan status sebagai pelanggar hukum. Ponselnya akan disita dan ia harus menjalani kerja paksa.

Kilasan Balik Kontroversi Somali di Korea Selatan

Perjalanan kontroversial Johnny Somali di Korea Selatan dimulai pada tahun 2024, setelah sebelumnya ia juga sempat berurusan dengan hukum di Jepang dan Israel.

Di Korea, ia langsung menuai kecaman setelah melakukan tindakan tidak pantas di depan Patung Perdamaian, sebuah monumen untuk mengenang para korban perbudakan seks oleh tentara Jepang selama Perang Dunia II. Tindakan ini memicu kemarahan publik dan bahkan sampai dibahas di parlemen Korea Selatan.

Warga Korea dan streamer lainnya pun beramai-ramai "memburu" Somali, bahkan sampai ada yang menawarkan hadiah bagi siapa saja yang bisa menemukannya.

Salah satu insiden yang viral adalah ketika seorang mantan anggota Navy SEAL Korea yang kini menjadi YouTuber berhasil melumpuhkan Somali. Denda hukum yang harus dibayar Somali kemudian dilunasi oleh content creator Donut Operator.

Somali kemudian ditangkap atas serangkaian insiden, termasuk membuat keributan di dalam minimarket, mengganggu penumpang bus, dan menyiarkan propaganda Korea Utara.

Dalam persidangan pertamanya, Somali datang terlambat, mabuk, dan mengenakan topi MAGA, yang semakin memperburuk citranya di mata publik.

Seiring berjalannya persidangan, Somali mengakui bersalah atas beberapa dakwaan, termasuk menghalangi bisnis dan melanggar Undang-Undang Pelanggaran Ringan. Namun, ia tetap membantah bersalah atas kasus Deepfake.

Somali sempat meminta maaf atas perbuatannya dan mengaku tidak menyadari betapa seriusnya konsekuensi dari tindakannya di Korea Selatan.

Kasus Johnny Somali menjadi pengingat bahwa pihak berwenang semakin memperketat pengawasan terhadap para streamer yang melakukan tindakan melanggar hukum saat melakukan siaran langsung.

Sebelumnya, streamer Vitaly juga sempat ditahan selama hampir 300 hari di Filipina karena berbagai pelanggaran, termasuk melecehkan warga lokal, mencuri, dan melakukan tindakan tidak pantas terhadap petugas keamanan. Ia kemudian dideportasi ke Rusia.

Sementara itu, Jack Doherty juga terancam hukuman hingga tujuh tahun penjara setelah melakukan siaran langsung kontroversial yang berujung pada penangkapan atas tuduhan melawan petugas dan memiliki narkoba.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar