eSportivo Fortnite – Dunia Overwatch diguncang skandal! Rupal Zaman, pro player berbakat yang digadang-gadang memperkuat Timnas USA di Overwatch World Cup (OWWC) 2026, harus menerima pil pahit setelah menggunakan ujaran rasis saat melakukan livestreaming. Akibatnya fatal, Team Liquid langsung mendepaknya dari tim, dan namanya dicoret dari daftar pemain yang berpotensi membela Amerika Serikat di ajang OWWC.
Insiden memalukan ini terjadi pada 16 Maret 2026, saat Rupal sedang mengikuti sesi latihan tim yang disiarkan langsung di Twitch. Tanpa diduga, ia menuliskan ujaran rasis anti-kulit hitam di team chat. Tindakan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Timnas USA OWWC 2026 dengan tegas menyatakan bahwa Rupal "tidak lagi dipertimbangkan untuk masuk ke dalam roster 2026." Mereka menegaskan, "Kami memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap perilaku semacam ini. Persatuan dan kesetaraan adalah prinsip inti tim kami, dan kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut."
CEO Team Liquid, Steven Arhancet, juga tidak tinggal diam. Ia mengumumkan bahwa Rupal telah dikeluarkan dari tim Overwatch profesional mereka. "Salah satu pemain Overwatch kami menggunakan ujaran rasis anti-kulit hitam di chat selama scrim. Saya ingin dengan tegas mengutuk bahasa yang ia gunakan. Tidak ada tempat untuk itu dalam game kami, dalam komunitas kami, atau dalam organisasi ini," tegasnya.
Arhancet menambahkan, "Kami juga menyadari bahwa Rupal adalah pemimpin di scene Overwatch NA, tetapi dia juga seorang anak muda yang melakukan kesalahan serius di depan umum. Kami berharap ini menjadi momen refleksi dan pertumbuhan yang tulus baginya. Bukan akhir dari ceritanya, tetapi titik balik di dalamnya. Kami mendoakan yang terbaik untuknya."
Rupal, yang telah mengumpulkan lebih dari $350,000 USD dari hadiah turnamen sepanjang karirnya, memulai karir profesionalnya pada tahun 2020. Setelah beberapa tahun berkiprah di liga yang lebih rendah, ia melakukan debutnya di Overwatch League pada tahun 2022 sebagai bagian dari Florida Mayhem, di mana ia kemudian memenangkan kejuaraan dunia. Ia kemudian sempat bermain untuk Toronto Defiant, dan telah bergabung dengan Team Liquid selama lebih dari setahun, hingga insiden ini terjadi.
Menanggapi kejadian ini, Rupal menyampaikan permintaan maafnya melalui platform X (sebelumnya Twitter). "Tidak ada alasan dari saya," tulisnya. "Saya dibesarkan dalam keluarga Bengali di Amerika. Saya sendiri telah mengalami rasisme tidak hanya di Amerika tetapi juga di negara lain. Oleh karena itu, saya seharusnya tahu bahwa menggunakan bahasa ofensif seperti itu adalah hal yang mengerikan dan bukan sesuatu yang seharusnya dikatakan dengan santai."
Rupal menyebut tindakannya sebagai "kesalahan yang mengerikan" dan mengumumkan rehat dari kompetisi Overwatch dan streaming. "Saya tidak menganggap diri saya orang yang penuh kebencian. Maaf kepada semua yang telah mendukung saya," pungkasnya. Kisah ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pro player untuk selalu menjaga perkataan dan perbuatan, terutama di ruang publik. Pantau terus esportivonews.com untuk berita terbaru seputar dunia esports!






