eSportivo Fortnite – Dunia maya sempat dihebohkan dengan sebuah teori konspirasi yang begitu liar, bahkan bisa dibilang "out of the box": Jeffrey Epstein, sosok kontroversial yang meninggal dunia pada tahun 2019, diklaim masih hidup dan aktif bermain Fortnite! Bayangkan saja, seorang figur yang kematiannya diselimuti misteri, tiba-tiba muncul di medan pertempuran Battle Royale paling populer. Rumor ini menyebar bak virus setelah nama penggunanya diduga muncul dalam dokumen "Epstein files" yang baru-baru ini dirilis.
Awal mula kehebohan ini bermula dari bocornya "Epstein files" di awal bulan ini. Di antara tumpukan dokumen tersebut, sebuah tanda terima dari YouTube mengungkap nama pengguna Epstein di platform tersebut: "littlestjeff1". Tak hanya itu, terungkap pula bahwa Epstein ternyata cukup akrab dengan dunia game; sebuah akun Xbox Live yang terhubung dengan emailnya bahkan pernah diblokir pada tahun 2013.

Nah, di sinilah cerita menjadi semakin "epic". Para detektif internet kemudian mencoba mencari nama "littlestjeff1" di Fortnite Tracker, sebuah situs pelacak statistik pemain Fortnite. Hasilnya? Sebuah akun dengan nama tersebut ternyata pernah membeli V-Bucks, mata uang dalam game Fortnite. Lebih gila lagi, akun itu tercatat memainkan 74 pertandingan Fortnite pada tahun 2025! Sontak, ini memicu spekulasi liar: apakah Epstein tidak benar-benar meninggal? Apakah dia diam-diam menikmati Battle Royale di tahun-tahun mendatang? Sebuah plot twist yang bahkan penulis skenario game pun mungkin tak terpikirkan!
Teori ini, yang dengan cepat menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di berbagai forum gaming dan media sosial, akhirnya sampai ke telinga Epic Games. Tak butuh waktu lama, Fortnite pun turun tangan untuk meredakan gelombang rumor tersebut. Melalui akun resminya, Fortnite menjelaskan bahwa akun "littlestjeff1" yang dimaksud bukanlah milik Epstein. Ini hanyalah ulah iseng seorang pemain yang memanfaatkan momentum.
"Beberapa hari yang lalu, pemilik akun Fortnite yang sudah ada mengubah nama penggunanya dari sesuatu yang sama sekali tidak terkait menjadi ‘littlestjeff1’, menyusul terungkapnya nama ‘littlestjeff1’ di YouTube," jelas Fortnite. "Pelacak Fortnite ini hanya menampilkan nama Anda saat ini, bukan perubahan sebelumnya." Jadi, para pemain yang jeli dan cerdik ini hanya "membajak" nama tersebut untuk bersenang-senang, menciptakan kebingungan massal.
Lebih lanjut, Fortnite juga menegaskan bahwa tidak ada catatan email Epstein yang disebut dalam dokumen publik yang terdaftar dalam sistem akun Epic Games sebelum kematiannya. "Sejak dokumen publik dirilis, orang-orang telah membuat akun Fortnite dengan alamat email dan nama pengguna yang mirip," tambah mereka. Ini menunjukkan betapa mudahnya informasi disalahgunakan atau dimanipulasi di era digital.
Bahkan CEO Epic Games, Tim Sweeney, ikut angkat bicara untuk mengakhiri drama ini. "Seseorang telah bersenang-senang mengganti nama akun Fortnite mereka, tetapi ini baru-baru ini dan tidak terhubung dengan alamat email di arsip," tegas Sweeney.
Jadi, meskipun terkadang kebenaran memang lebih aneh dari fiksi, kali ini, misteri Epstein di Fortnite hanyalah sebuah lelucon cerdas dari komunitas game yang kreatif. Ini adalah pengingat betapa cepatnya sebuah rumor bisa menyebar dan menjadi "fakta" di internet, bahkan ketika melibatkan tokoh yang paling tidak terduga sekalipun. Siapa sangka, sebuah nama pengguna bisa memicu teori konspirasi sebesar ini? Ini juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh komunitas game dalam menciptakan narasi, baik yang nyata maupun yang sekadar hiburan.






